Cara Baca Chart Candlestick

Jika dilakukan survey terhadap trader di Indonesia atau bahkan di dunia, mungkin lebih dari 90% trader menggunakan candlestick chart untuk tools analisanya. Oke, angka 90% merupakan angka yang memang tidak bisa dibuktikan kebenarannya karena memang tidak ada survey seperti itu, tapi coba tanya trader saham yang anda kenal di sekitar anda, chart apa yang mereka gunakan sebagai alat Analisa, saya rasa hampir semuanya akan menjawab candlestick chart. Kenapa tidak semuanya? Karena selalu ada trader yang tidak melakukan Analisa apa apa dan hanya ikut ikutan temannya saja untuk jual beli saham, bahkan mungkin mereka tidak tahu apa itu candlestick.

Yang jelas candlestick beda dengan cheesestick ya, meski sama sama punya stick, mereka berdua tidak ada hubungan saudara.

Bagi yang sama sekali belum pernah tahu apa itu candlestick, berikut ini bentuk chart candlestick.

A picture containing indoor, screen, sitting, monitor

Description automatically generated

Dari gambar itu pasti udah bisa menebak dong kenapa disebut candlestick? Iya, candlestick adalah cheesestick yang buncit. Disebut candlestick karena bentuknya menyerupai lilin, lengkap dengan sumbu di atas dan di bawahnya. Candlestick itu sendiri dibentuk dari Harga Open, High, Low dan Close.

A picture containing clock, meter

Description automatically generated

Salah satu alasan kenapa Candlestick chart itu banyak dipakai oleh trader adalah karena secara visual chart candlestick sangat mudah dipahami, warna dan bentuk candle juga menampilkan informasi tentang apa yang terjadi pada hari tersebut serta bagaimana psikologi pasar..

Jadi, untuk bisa memahami makna yang terkandung dalam candlestick setidaknya ada 5 elemen yang harus diperhatikan.

  1. Warna Candlestick
  2. Body Candlestick
  3. Shadow
  4. Ratio body dan shadow
  5. Posisi body candlestick

Sebelum kita bahas satu per satu 5 elemen tersebut, perlu dipahami terlebih dahulu prinsip bahwa pergerakan harga yang terjadi di pasar saham itu karena adanya pertempuran antara buyer dan seller, ada pertempuran antara team supply dan team demand. Setiap candlestick yang terbentuk menggambarkan bagaimana pertempuran antara dua team tersebut berlangsung pada hari itu. 5 elemen candlestick menceritakan team mana yang unggul, siapa yang mundur, mana yang memegang kontrol, dan team mana yang memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pertempuran berikutnya. Perlu dipahami pula, meski satu candle sudah mengandung banyak informasi dan menggambarkan psikologis pasar, tetapi Analisa candlestick tidak bisa berdiri sendiri, ia harus disandingkan dengan Analisa dan dinamika yang terjadi pada hari hari sebelumnya.

WARNA CANDLESTICK

Secara kasat mata, warna candlestick yang kita lihat saat membuka chart akan secara cepat memberi tahu kita apa yang terjadi hari itu. Meskipun pemberian warna candlestick ini merupakan selera masing masing trader, tapi pada umumnya kombinasi warna hijau dan merah, putih dan hitam, biru dan merah yang banyak dipakai oleh trader sebagai patokan warna candlestick. Jika kombinasi warna warna tadi kurang cocok dengan selera kalian dan kemudian mau menggunakan kombinasi warna yang lebih catchy, misal pink dan biru laut sebagai warna candlestick kalian, terserah kalian aja, suka suka kalian aja toh chart kalian ini.

Saya pribadi menggunakan kombinasi warna hijau dan merah, hijau menggambarkan harga closing yang lebih tinggi dari open yang berarti harga naik pada hari itu yang bisa kita asumsikan team buyer lebih kuat daripada team seller, dan merah menggambarkan harga closing lebih rendah dari harga open yang berarti harga turun pada hari itu yang berarti juga bahwa team seller lebih kuat daripada team buyer.

BODY CANDLESTICK

Your worth is not defined by the size of your waist mungkin anda pernah mendengar ungkapan seperti ini, bahwa nilai diri kita tidak ditentukan oleh ukuran pinggang kita, dan saya sangat setuju itu. Tapi untuk urusan candlestick, ukuran pinggang, ukuran body ini menjadi penting, size does matter. Semakin besar, semakin Panjang body candlestick maka kita bisa tahu bahwa salah satu pihak benar benar menguasai pertempuran pada hari itu dan memaksa pihak lainnya mundur sejauh mungkin, mereka mendapatkan momentum dan euphoria yang terjadi atas kemenangan tersebut mungkin akan berlanjut pada hari berikutnya. Sebuah candle hijau yang Panjang menggambarkan bahwa pihak buyer benar benar menguasai trading pada hari itu, berapapun lot yang dipasang oleh pihak penjual dimakan habis oleh pihak pembeli, harga saham berhasil close di harga tertingginya, atau sedikit lebih rendah dari harga tertingginya. Jika ini yang terjadi, maka kita melihat kemungkinan bahwa hari berikutnya harga masih akan bergerak naik karena pembeli menemukan momentum yang membuat harga saham naik, euphoria trader lainnya juga akan mengikuti langkah pembeli tersebut yang menyebabkan harga semakin naik. Hal yang sama terjadi ketika kita melihat candle merah dengan ukuran yang besar dan Panjang. Hmm..besar dan Panjang sounds wrong, but you get the point lah. Ketika kita melihat sebuah candle merah dengan harga close sama dengan harga terendahnya, maka kita melihat bahwa seller menguasai jalannya pertempuran, mereka berhasil memukul mundur team buyer hingga ke pertahanan terakhir. Dan esok hari, kemungkinan mereka masih akan bisa memukul mundur pihak buyer lagi.

Lain cerita ketika kita melihat candle dengan ukuran body yang mengecil, maka kita bisa melihat bahwa kekuatannya mulai melemah, momentumnya juga melemah, baik dari pihak buyer maupun seller.

A picture containing object, clock

Description automatically generated

SHADOW

Shadow, kaki, jambul upin apapun istilah yang dipakai menggambarkan volatilitas harga yang terjadi pada hari itu. Jika sebuah candle memiliki lower shadow / kaki bawah yang Panjang berarti pada hari itu harga sempat turun tajam ke titik terendahnya tapi kemudian buyer berhasil mengambil alih pertempuran dan membuat harga naik dari titik terendahnya. Jika sebuah candle mempunyai jambul ipin, satu rambut Panjang yang ada di atas, berarti pada hari itu harga sempet naik ke harga tertingginya tapi kemudian trader mulai merealisasikan profitnya dan seller mulai mengambil alih pertempuran dan membuat harga turun dari titik tertingginya. Ukuran shadow ini menginformasikan seberapa besar volatilitas harga yang terjadi pada hari itu. Dan hal ini sering terjadi ketika harga mendekati titik resistance ataupun harga mendekati titik supportnya. Jika kita melihat shadow Panjang di ujung sebuah trend, maka ini merupakan sinyal awal bahwa akan terjadi perubahan trend, dari downtrend ke sideways atau uptrend, ataupun dari uptrend ke sideways atau downtrend.

RATIO BODY DAN SHADOW

Perbandingan ukuran body candle dan shadow yang ada bisa digunakan untuk mengetahui momentum dari pergerakan harga yang sedang terjadi. Sebuah pergerakan harga yang dibarengi dengan momentum yang besar, maka umumnya candle yang terbentuk adalah candle dengan ukuran body penuh, jika pergerakan harga naik maka harga open sama dengan harga terendahnya dan harga close sama dengan harga tertingginya, jika gerakan harga tersebut turun maka harga open sama dengan harga tertingginya dan harga close sama dengan harga terendahnya. Dalam istilah candle, bentuk candle seperti itu disebut candle Marubozu baik Marubozu hijau maupun Marubozu merah. Memang seringkali momentum yang besar tidak selalu disertai pembentukan body candle yang penuh, nah ratio ukuran candle dengan shadow inilah yang perlu kita perhatikan, jika candle dengan body penuh adalah ratio 100% maka kita seringkali akan menjumpai candle dengan body ratio 80-90% yang tetap menunjukkan momentum yang bagus. Semakin besar ratio body terhadap shadow maka semakin besar momentum yang kita lihat yang berarti harga kemungkinan masih akan naik ataupun turun tergantung dari warna body candlenya. Hal yang berbeda terjadi ketika kita melihat ratio body terhadap shadow yang kecil. Body candlestick yang kecil dengan shadow yang panjang menggambarkan ketidakpastian antara buyer dan seller serta volatilitas pasar yang tinggi pada hari tersebut.

Marubozu Candlestick Pattern - Hit & Run Candlesticks

POSISI BODY CANDLESTICK

Saat kita ujian waktu sekolah dulu mungkin posisi menentukan prestasi, posisi kita menentukan apakah kita bisa nyontek apa tidak yang ujungnya menentukan prestasi kita apakah lulus ujian apakah tidak. Posisi body candlestickpun bisa memberikan contekan kepada kita tentang apa yang terjadi sehingga kita bisa mendapatkan prestasi yakni meraih keuntungan dari pasar. Posisi body candlestick ini memberikan informasi tentang perlawanan yang terjadi, posisi candle di bawah umumnya memberi tahu bahwa perlawanan seller cukup kuat pada hari itu, posisi body candle di atas memberi informasi bahwa buyer telah berusaha sekuat tenaga pada hari itu, sedangkan posisi body candle di tengah tengah dengan upper shadow dan lower shadow yang panjang menunjukkan buyer dan seller sama sama kuat, ada keraguan dan ketidakpastian di sana, sama kayak waktu jaman pacaran sehabis telponan ama pacar masing masing pihak bilang, kamu aja yang nutup telponnya, ah enggak kamu aja, iiih kamu aja, gitu aja terus ampe lebaran tahun depan.

Untuk memberi gambaran terhadap penjelasan 5 elemen tadi berikut contoh chart BTPS.

A picture containing monitor, screen, computer

Description automatically generated

Pada lingkaran pertama kita melihat candle dengan upper shadow yang panjang yang mengindikasikan bahwa seller berhasil memukul mundur buyer pada hari itu yang merupakan sinyal jelek. Meski harga berikutnya harga masih sempet naik tapi kemudian harga turun dengan candle dengan body merah yang cukup besar. Dan Hari hari berikutnya, saham BTPS dipenuhi dengan candlestick dengan body merah panjang dengan sumbu kecil atau tak bersumbu sama sekali yang berarti momentum Bearish masih kuat. Di posisi bawah, kita menemukan candle perlawanan buyer, lower shadow Panjang, candle close hijau. Hari berikutnya kita melihat perlawanan seller, candle membentuk upper shadow Panjang dengan body candle di bawah yang menunjukkan kekuatan penjual masih sangat besar. Kemudian harga turun lagi dan di penurunan kedua, kita melihat candle dengan body besar yang mengindikasikan momentum kenaikan yang besar pula.

Selain memahami kelima elemen candlestick tadi, kita juga harus melihat posisi candlestick tersebut terhadap candlestick yang terbentuk pada periode sebelumnya. Makanya di dalam analisa candlestick itu sendiri juga terdapat analisa chart pattern. Jika untuk belajar candlestick, buku buku tulisan Steve Nison adalah buku wajib, maka untuk belajar tentang chart pattern anda bisa membaca buku tulisan Thomas Bulkowski baik yang berjudul Encyclopedia of Chart Patterns, Getting started in chart pattern maupun Encyclopedia of candlestick charts. Sambil anda mencari buku tersebut, berikut cheat sheet tentang candlestick chart pattern yang bisa anda gunakan.

A screenshot of a cell phone

Description automatically generated

Seperti kata pepatah bilang “better to learn the candle than to curse the loss”

Semoga tulisan ini bisa menjauhkan anda dari kerugian di masa mendatang.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *