Cara Bikin Stockpick dan Trading Plan

Seiring dengan semakin populernya investasi saham dan semakin banyaknya masyarakat  yang memulai investasi saham, muncul dua bisnis baru yang berkembang mengikuti pasar, yakni bisnis training / seminar saham dan bisnis layanan stockpick premium.

Di satu sisi, saya memahami munculnya bisnis bisnis tersebut merupakan fenomena pasar yang biasa yakni hanya mengikuti prinsip supply dan demand. Bisnis training saham menjawab kebutuhan orang yang baru memulai investasi saham dan mau belajar tentang apa itu saham, bagaimana cara menganalisanya dan hal hal apa saja yang terkait dengan aktifitas trading saham. Bisnis stockpick premium mengakomodir orang orang yang kurang sabar mengikuti proses belajar melalui training, entah karena tidak punya waktu untuk belajar atau karena terlalu malas untuk belajar. Dalam bayangan mereka, investasi saham seharusnya merupakan jalan pintas untuk menjadi kaya, mereka malas menganalisa saham karena mungkin tidak punya ilmunya, tidak percaya diri dengan ilmu yang sudah dipelajari, takut salah dan takut rugi kalo memilih saham sendiri sehingga mereka berharap dan bergantung dari orang lain untuk memilihkan saham apa yang sebaiknya mereka beli, di harga berapa sebaiknya dibeli dan harga berapa mereka harus jual. Mereka berharap dengan berlangganan stockpick premium mereka akan bisa meraih keuntungan yang mereka dambakan, meski seringkali tidak ada jaminan akan hal itu, bukan keuntungan yang didapat, tapi kerugian demi kerugian yang dialami karena saham saham yang di broadcast sebagai stockpick tidak semuanya cocok dengan karakter dan strategy trading masing masing.

Saya tidak akan membahas lebih detail mengenai bisnis stockpick premium, karena bagaimanapun, itu adalah bisnis yang muncul karena memang ada yang membutuhkan, karena memang ada pasarnya. Orang orang yang berlangganan stockpick premium pun saya rasa tidak ada yang memaksa mereka untuk ikut berlangganan, mereka secara sadar dan suka rela memutuskan untuk membayar biaya langganan tiap bulan. Mereka pasti sudah menimbang untung rugi nya membayar biaya langganan stockpick premium itu dibandingkan dengan potensi keuntungan yang mungkin bisa mereka dapatkan.

Yang akan saya bahas di sini adalah sekedar pengenalan bahwa sebenarnya proses pemilihan saham yang akan menjadi stockpick kita hingga akhirnya kita beli dan jual di kemudian hari merupakan proses yang sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Tapi memang, untuk bisa melakukan proses itu kita harus mempunyai bekal pengetahuan trading, tahu bagaimana menganalisa saham, bagaimana melihat sebuah saham layak dibeli atau tidak. Dan itu sebenarnya cukup mudah dipelajari, yang susah adalah pembiasaan dan konsistensi sehingga kita makin mahir dengan ilmu trading yang kita miliki dan kita belief dengan indikator yang kita pergunakan.

APA ITU STOCKPICK

Bayangkan anda pergi ke pasar untuk membeli buah jeruk, dalam satu keranjang jeruk 500 lebih jeruk dengan berbagai macam bentuk dan rasa semuanya bercampur menjadi satu, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang sedikit busuk, ada yang masih mentah, ada yang manis dan ada yang asem, setiap hari ku siram semua, mawar melati semuanya indah ( lah kok malah nyanyi).

Dari 500 lebih jeruk yang ada dalam keranjang tadi, anda kemudian memilih milih mana jeruk yang akan anda beli, kriteria jeruk anda misalnya pilih jeruk yang besar, yang rasanya manis dan masih segar. Dari 500 buah jeruk yang tadi ada di keranjang, dengan kriteria yang anda tentukan tadi, mungkin anda cuma akan membawa pulang 10an jeruk. Itulah stockpick anda. Jadi stockpick adalah proses pemilihan saham saham yang menurut kriteria anda merupakan saham yang bagus dan layak beli karena mempunyai potensi memberikan keuntungan buat anda. Anda memilih saham saham yang memenuhi kriteria yang sudah anda tentukan dari 600 saham yang diperjualbelikan di bursa.

PROSES PEMILIHAN STOCKPICK

Menurut saya, setidaknya ada 3 proses yang dilalui hingga akhirnya kita menemukan saham saham yang layak kita beli yakni proses screening, validasi hasil screening di chart dan terakhir membuat trading plan. Setelah menemukan stockpick yang menarik beserta trading plannya, langkah selanjutnya adalah mengeksekusi trading plan tersebut dan kemudian memantau posisi pembelian saham kita.

Gambar : Proses pemilihan stockpick

SCREENING

Sebelum melakukan screening tentu saja kita harus tahu kriteria apa yang akan kita gunakan untuk screening. Sama seperti saat milih jeruk tadi, kita pilih yang besar, manis dan segar. Untuk saham kriterianya bisa macem macem, bisa berdasarkan pendekatan teknikal ataupun bisa berdasarkan fundamental perusahaan atau bahkan gabungan keduanya. Anda sendirilah yang menentukan bagaimana kriteria pemilihan saham anda sendiri. Apakah kriterianya adalah saham saham yang harganya baru saja menembus MA5 nya, apakah sahamnya baru saja breakout resistance nya, apakah saham tersebut break fractal alligator, apakah saham itu punya momentum yang bagus dari kenaikan volume, apakah saham tersebut punya PE ratio yang rendah, itu semua hak anda.

Lalu, setelah anda tahu kriteria apa yang akan anda gunakan untuk screening, selanjutnya anda melakukan screening berdasarkan kondisi terakhir saham tersebut di bursa. Tools yang digunakan bisa macem macem, mulai dari online trading platform yang anda miliki, tool screener dari trading view, automatic analysis dari amibroker atau bahkan fitur screening dari bot telegram yang sudah saya bahas pada tulisan sebelumnya.

Berikut contoh screening dari tradingview dan bot telegram :

Untuk tradingview, fungsi screening ada di tab screener, anda tinggal klik dan pilih stock screener.

A screenshot of a cell phone

Description automatically generated
Gambar : Tampilan Stock Screener di Tradingview

Kemudian anda pilih kriteria screening apa yang akan anda gunakan, ada banyak pilihan kriteria teknikal maupun fundamental. Sebagai contoh saya pilih saham saham yang rating moving average nya ada strong buy dan buy, dengan PBV di bawah 2 dan harga terakhir cross up MA5

A screenshot of a cell phone

Description automatically generated
Gambar : Tentukan kriteria screening yang akan kita gunakan

Setelah saya masukkan kriteria kriteria tersebut, maka saham saham hasil screening adalah sebagai berikut :

Gambar : Saham hasil screening berdasarkan kriteria kita

Dan sesimple itulah screening di tradingview

Bot telegram mempunyai banyak kriteria untuk screening saham. Ada lebih dari 50 perintah screening yang bisa kita gunakan. Contohnya sebagai berikut :

A screenshot of a cell phone

Description automatically generated
Gambar : Contoh perintah screening di bot HQSahamIDX
A screenshot of a cell phone

Description automatically generated
Gambar : Contoh perintah screening lainnya

Anda tinggal memilih mana kriteria yang cocok dengan kriteria trading strategy anda, anda juga bisa menggabungkan beberapa kriteria menjadi satu perintah dengan melakukan scoring kriteria. Saya pribadi menjalankan perintah yang berbeda untuk strategy trading yang berbeda pula. Misal, untuk mencari saham saham dengan strategy MA, saya menggunakan perintah sebagai berikut :

A screenshot of a cell phone

Description automatically generated
Gambar : Screening untuk mencari saham yang harganya tembus MA5
A screenshot of a cell phone

Description automatically generated
Gambar : Screening untuk mencari saham yang harganya mendekati MA5

Sedangkan screening saham untuk strategy one night stand dengan kriteria saham yang harga last done nya sama dengan harga tertingginya, volumenya di atas rata rata volume 20 hari, dan hari itu harga sahamnya sudah naik di atas 2%. Perintah yang saya gunakan adalah sebagai berikut :

A screenshot of a cell phone

Description automatically generated
Gambar : Screening saham one night stand ala kokolato

CEK CHART

Setelah mendapatkan list saham saham hasil screening, langkah selanjutnya adalah dengan mengecek chart dari masing masing saham tersebut. Iya, anda gak salah baca, menurut saya memang harus dicek satu per satu. Tidak semua saham yang muncul dari hasil screening itu harus kita perhatikan atau bahkan beli, tetap harus melalui proses validasi dan seleksi satu per satu. Bisa jadi dari 8 saham yang muncul dari hasil screening, Cuma 2 atau bahkan Cuma 1 yang menurut kita layak untuk kita beli, kualitas trading lebih penting daripada kuantitas trading. Makanya pada proses screening saya melakukan beberapa screening dengan strategy yang berbeda, agar mendapatkan saham saham berkualitas dari masing masing strategy, jika dari satu strategy sudah cukup banyak yang menarik ya alhamdulillah, jika dari beberapa strategy tidak ada yang menarik ya nunggu market berjalan untuk menemukan saham yang menarik dari tape reading.

Gambar : Chart BBRI

Misal, dari proses pengecekan chart masing masing saham dari screening, menurut kita saham BBRI layak kita beli karena harganya yang baru tembus MA5, kemudian posisi candle yang sudah dekat dengan MA10 dan MA20, bentuk candle yang mendekati full marubozu dan volume yang membuat BBRI naik berada di atas rata rata volume dalam 20 hari, maka langkah selanjutnya adalah membuat trading plan.

TRADING PLAN

Trading plan yang dibuat minimal harus terdiri dari 3 hal yakni beli di harga berapa, stop loss di harga berapa dan take profit di harga berapa. Harga beli boleh di satu titik, boleh juga di beberapa titik, stop loss disesuaikan dengan resiko kita dan umumnya memakai titik support sebagai patokan, take profit umumnya memakai resistance paling dekat sebagai patokan. Yang jelas, dalam membuat trading plan, selalu utamakan untuk memikirkan resiko nya terlebih dahulu sebelum memikirkan potensi cuannya.

Misal kita mau bikin trading plan BBRI

A picture containing sitting, green, computer, black

Description automatically generated
Gambar : Chart BBRI utk trading plan

Dilihat dari posisi candle BBRI yang berada pada area MA20,MA10, dan MA5, maka ketiga MA tadi bisa anda gunakan sebagai titik untuk menentukan area beli anda, yakni antara 2860 – 2780. Untuk titik jualnya sendiri bisa menggunakan area antara high candle tanggal 31 maret dan 15 april, yakni antara 2990 – 3200. Stop loss bisa menggunakan acuan MA5 sebagai titik stoploss, sehingga ketika harga bergerak turun di bawah 2780 anda sebaiknya keluar dari BBRI dulu.

Secara simple trading plan bisa ditulis

Buy Area 2780 – 2860

Stop Loss if close below 2780

TP 2990 – 3200

EKSEKUSI DAN PANTAU

Setelah membuat trading plan, langkah selanjutnya adalah mengeksekusi trading plan yang sudah kita buat yakni beli BBRI di area 2780 – 2860, dan jika order beli kita sudah matched maka selanjutnya kita memantau apakah harga BBRI naik menuju area jual kita ataukah turun mendekati titik stoploss kita. Yang perlu diingat, dalam prakteknya bisa jadi market bergerak tidak sesuai dengan prediksi kita, oleh karena itu ada kalanya kita perlu merubah trading plan yang sudah kita buat sebelumnya agar sesuai dengan kondisi pasar saat itu. Yang terpenting, apapun tradingplan yang sudah kita buat, kita harus disiplin dengan trading plan tersebut, terutama untuk urusan cutloss, memang jika diharuskan cutloss ya cutloss, jangan berandai andai jangan berharap harap. Setelah cutloss, kita evaluasi lagi, belajar apa yang salah agar kemudian hari trading kita lebih baik.

Seperti itulah gambaran bagaimana kita membuat stockpick hingga memantau saham saham pilihan kita. Sebagai sebuah pengenalan, semoga tulisan tentang cara bikin stockpick dan trading plan ini membuat anda penasaran untuk belajar lebih banyak lagi tentang seluk beluk analisa saham, trading dan pergerakan market, sehingga anda bisa secara mandiri memilih saham mana yang cocok untuk anda dan mampu menghasilkan keuntungan untuk anda di masa mendatang tanpa harus bergantung kepada orang lain. Mohon koreksinya jika tulisan ini ada yang tidak sesuai.

Selamat menjadi pembelajar pasar, mari belajar bersama !!

Disclaimer : Saham yang dibahas dalam tulisan ini hanyalah sekedar contoh saja dan bukan merupakan rekomendasi pembelian. Trade at your own risk.

Share and Enjoy !

0Shares
0 1

3 Comments

  1. terimakasih banyak ilmunya om.. insyaa Allah tulisan2nya sangat bermanfaat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *