Gagal Penalti

Beberapa dari kita mungkin sedang merenung, sedang mengavaluasi apa yang terjadi pada dua hari kemaren. Menghitung rugi, kenapa bisa rugi, apa yang harus diperbaiki sehingga di masa mendatang kerugian bisa dihindari dan kesalahan bisa diantisipasi. Beberapa yang lain sedang tersenyum melihat cuan yang dimiliki, apa yang membuat mereka dibanjiri cuan dalam satu hari, bagaimana mengantisipasi jika kondisi yang sama terjadi kembali suatu saat nanti, bagaimana strateginya agar penurunan market yang terjadi justru semakin menambah pundi pundi dan bukan malah rugi.

Beberapa yang lain, mungkin cuek saja seolah tidak ada yang perlu dievaluasi.

Tentu saja terserah masing masing orang bagaimana mereka menghabiskan waktunya dan bagaimana mereka menjalani pekerjaan dan hidupnya, itu hak mereka yang tidak bisa diganggu gugat. Termasuk trader, terserah mereka masing masing bagaimana memperlakukan trading yang mereka lakukan dan bagaimana mereka menjalani perjalanan karier mereka sebagai trader, itupun jika mereka menganggap trader itu sebagai pekerjaan dan karier bukan aktivitas untuk bersenang senang semata.

Apakah kita termasuk trader yang bodoh jika hari kamis atau jumat kemaren melakukan cutloss dan mengalami kerugian? Apakah kita jumawa dan menganggap diri kita trader yang jago jika hari kamis atau jumat kemaren mendapatkan cuan yang berlimpah?

Roberto Baggio: Italy's Greatest Player & the Elusive Daemon of Genius |  90min

Jika anda penggemar sepakbola, tentu anda pernah menyaksikan Roberto Baggio, Andriy Shevchenko, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, David Beckham gagal melakukan tendangan penalti atau gagal mencetak gol padahal peluangnya ada di depan mata. Bahkan pemain yang dijuluki dewa Sepakbola, The Hand of God, the one and only Diego Armando Maradona pernah beberapa kali gagal dalam melakukan tendangan penalti.

Semua pemain di atas bukanlah pemain sepakbola abal abal, bukan pemain yang baru bermain sepakbola setahun belakangan. Semua pemain di atas adalah pemain sepakbola yang sudah bermain sepakbola sejak kecil, menghabiskan sebagian besar waktunya di masa kecil hingga sekarang untuk berlatih sepakbola dan meningkatkan kemampuannya. Kedisiplinan mereka dalam latihan, pola latihan teratur dan terukur dalam meningkatkan kemampuan fisik, pemahaman mereka akan strategy bermain yang dipelajari, diulang terus menerus dan dipraktekkan dalam sesi latihan tetap saja tidak bisa menghindarkan mereka dari kegagalan melakukan eksekusi pinalti dan memanfaatkan peluang mencetak gol yang ada di depan mata.

Deretan pemain sepakbola terhebat di dunia yang menghabiskan sepanjang hidupnya untuk berlatih sepakbola dengan pola yang teratur, terstruktur dan di bawah pengawasan ketat pun melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan. Apalagi kita, trader yang kemampuannya baru dipelajari dan diasah saat kita sudah dewasa..

Tentu saja ini bukan pembenaran, bukan alasan bagi kita untuk tetap melakukan kesalahan, tetapi justru ini untuk mengingatkan kita bahwa selalu ada room for mistakes, selalu ada room for improvement, selalu ada resiko kita salah tetapi selalu ada juga peluang untuk kita memperbaiki kesalahan tersebut, karena itu semua adalah bagian dari proses dan perjalanan kita dalam membangun karir trading kita.

Selama pemain sepakbola masih bermain sepakbola, selalu ada peluang dia gagal melakukan tendangan penalti atau bahkan gagal mencetak gol saat berhadapan dengan kiper lawan, selama kita masih trading saham, selalu ada peluang untuk kita salah melakukan pembelian, selalu ada peluang rugi ketika menghadapi market yang di luar kendali kita.

it’s oke to make mistakes, it’s oke to take losses..

Yang tidak oke adalah ketika kesalahan yang kita buat, ketika kerugian yang kita derita tersebut membuat kita terpuruk dan tidak percaya diri apalagi kemudian menyerah. 

Seringkali yang membedakan seseorang yang sukses dan seseorang yang gagal adalah kemampuan mereka dalam menerima kesalahan dan kegagalan serta bagaimana mereka menghadapi dan memperbaiki kesalahan dan kegagalan tersebut. Bagaimana mereka kemudian mengevaluasi kesalahan dan kegagalan tersebut untuk kemudian bangkit kembali.

The best part of falling is getting back up again, begitu orang bule bilang. Kita boleh gagal, kita boleh rugi, selama kita berani untuk mengakui kegagalan kita tersebut, menerima kerugian yang kita derita, menjalani segala konsekuensinya untuk kemudian kita evaluasi lagi sehingga kita menjadi trader yang lebih baik di kemudian hari.

Pemain pemain bola di atas, ketika mereka gagal melakukan tendangan penalti, gagal mencetak gol, maka mereka akan menanggung beban yang luar biasa, mereka akan menghadapi cemoohan dari fans di berbagai belahan dunia, meme meme kegagalan mereka pun akan bermunculan di internet, komentar pedas para pengamat di televisi atau bahkan menjadi tajuk utama harian olahraga yang dibahas berhari hari. Tapi mereka selalu bangkit kembali, karena mereka tahu, gagal penalti, gagal mencetak gol adalah bagian dari permainan sepakbola yang mereka jalani.

Ketika kita melakukan kesalahan, ketika kita gagal, mungkin beban kita gak seberat mereka, tak ada yang mencemooh kita, tak ada meme meme yang bertebaran, tak ada komentar pedas yang terarah ke kita. Di sisi lain, kita bisa juga merasa beban kita jauh lebih berat dari mereka karena kita kehilangan uang dan tak tahu bagaimana menjalani hari dengan apa yang tersisa, berbeda dengan pemain sepakbola yang meski gagal tapi gaji milyaran masih tetap akan mereka terima.

Tapi sekali lagi, setidaknya yang bisa kita pelajari adalah bahwa respon kita terhadap sesuatu seringkali menentukan outcome yang dihasilkan dan menentukan masa depan yang akan dijalani. Kita bisa memilih untuk terpuruk ketika gagal dan lalu berhenti atau memilih untuk menerima kegagalan tersebut dan lalu bangkit kembali. Kita juga bisa memilih untuk menyombongkan diri ketika kita berhasil atau memilih untuk mengevaluasi dan menjaga kesuksesan itu agar tetap bisa kita miliki.

Menurut saya, kita tak perlu merasa kecil hati ketika dua hari kemarin melakukan kesalahan dan kemudian merugi, kita juga tak perlu merasa jumawa ketika dua hari kemaren menikmati keuntungan yang signifikan. Kita evaluasi kenapa kita merugi untuk kita perbaiki di kemudian hari, dan kita evaluasi apa yang membuat kita menikmati keuntungan sehingga bisa kita ulang di masa mendatang. Selalu ingat, cuan dan rugi adalah dua hal yang akan selalu menyertai perjalanan trading kita, jadi santai saja.

Saya percaya, market adalah ruang belajar yang maha luas dan tak akan pernah selesai untuk kita pelajari, jadi jangan pernah merasa puas dengan skill yang sudah kita miliki, sisakan ruang buat kita untuk selalu memperbaiki kualitas diri. Dan jangan merasa kecil hati hanya karena kita merugi, karena selalu ada kesempatan cuan di market setiap hari.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *