Margin Trading

margin trading

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca sebuah screenshot mengenai himbauan dari sebuah sekuritas kepada seluruh nasabahnya terkait dengan naiknya saldo debit nasabah. Ada tiga himbauan yang disampaikan oleh sekuritas tersebut, yakni :

  1. Menyarankan agar nasabah melakukan transaksi sesuai kapasitas yang ada
  2. Jika melakukan transaksi pembelian saham, agar dilakukan pelunasan pada T+2
  3. Jika ada transaksi pembelian saham tanpa pelunasan transaksi / berhutang sampai dengan T+4, maka akan dilakukan forced sell pada hari berikutnya, yakni T+5 setelah market open dengan harga jual -7% dari harga penutupan hari sebelumnya.

Ada dua hal yang bisa dipelajari dari himbauan sekuritas tadi, yakni terkait dengan sekuritas dan nasabah itu sendiri.

SEKURITAS

Tahukah anda bahwa pada saat kita mau membuka rekening untuk transaksi saham dan memilih sekuritas ada beberapa kriteria yang seharusnya menjadi pertimbangan kita sebelum memutuskan membuka rekening di sekuritas tersebut?. Seringkali kita hanya ikut ikutan teman atau group saja dalam menentukan sekuritas mana yang akan kita pakai untuk transaksi saham. Ya alhamdulillah kalo selama ini apa yang direkomendasikan oleh teman maupun grup saham adalah sekuritas yang bagus, tetapi alangkah baiknya jika kita juga tahu sebenarnya apa saja yang perlu dijadikan pertimbangkan dalam memilih sekuritas. Selain kemudahan pembukaan rekening, kecepatan koneksi sekuritas ke bursa, kelengkapan fitur dan fasilitas online trading yang ditawarkan, ada satu hal mendasar yang harus dijadikan patokan yakni besarnya MKBD yang dimiliki oleh sekuritas tersebut. Apa itu MKBD ? secara definisi, MKBD adalah Modal Kerja Bersih Disesuaikan yakni jumlah aset lancar perusahaan sekuritas dikurangi seluruh liabilitas (kewajiban) dan ranking liabilities (kewajiban terperingkat), ditambah dengan utang subordinasi, serta dilakukan penyesuaian penyesuaian lain. Secara garis besar MKBD menggambarkan kekuatan modal dari sekuritas tersebut, semakin besar MKBD sekuritas maka Insya Allah semakin sehat, semakin kuat dan semakin aman sekuritas tersebut. Kenapa Insya Allah? MKBD ini bentuknya bisa macem macem, bisa cash, bisa saham, bisa obligasi, deposito dan instrument lainnya, oleh karena itu masih ada faktor human error atau management yang bisa membuat MKBD yang besar itu tidak aman ketika dikelola dengan cara yang tidak benar, untuk repo saham saham yang gak jelas misalnya. MKBD ini juga bisa digunakan sebagai dana talangan sementara kepada nasabah untuk melakukan transaksi margin, oleh karena itu sekuritas akan selalu peduli terhadap transaksi margin para nasabahnya dan juga akan memperketat aturan transaksi margin ketika market sedang tidak kondusif demi menjaga nilai MKBD dan kesehatan perusahaan. Jadi wajar jika saat saat seperti sekarang ini di mana market sedang penuh dengan ketidakpastian akan kondisi ekonomi terkait dampak COVID-19 sekuritas melakukan himbauan himbauan kepada nasabahnya. Terkait dengan pemberitahuan harga jual -7% dari harga penutupan di hari T+4, itu hanyalah salah satu cara agar saham tersebut bisa terjual pada saat itu, tentu saja dalam pelaksanaannya harga jual bisa saja lebih baik dari -7% karena sistem perdagangan bursa menganut sistem best price. Sekali lagi, hal ini wajar dilakukan oleh sekuritas demi menjaga nilai MKBD nya. Jika anda masih ingat, pada akhir April lalu BEI melakukan pemberhentian perdagangan salah satu sekuritas karena tidak bisa memenuhi nilai minimum MKBD yang dipersyaratkan, tentu sekuritas sekuritas juga tidak mau hal ini terjadi pada perusahaan mereka. Lalu berapa nilai MKBD yang baik? Nilai minimal MKBD yang dipersyaratkan oleh BEI dan OJK adalah sebesar 25 Milyar, semakin besar MKBD tentu akan semakin baik terlebih jika dikelola oleh management yang baik pula. Semakin besar MKBD sekuritas maka pilihan saham untuk transaksi margin juga semakin banyak dan akan membuat nasabah dan sekuritas semakin senang juga, semakin sering nasabah melakukan transaksi margin, sekuritas juga makin diuntungkan karena selain fee transaksi jual beli mereka juga mendapatkan keuntungan dari bunga margin yang dibayarkan oleh nasabahnya. Untuk mengetahui berapa besar nilai MKBD perusahaan sekuritas tempat anda bernaung, anda bisa mengecek sendiri melalui https://www.idx.co.id/anggota-bursa-dan-partisipan/profil-anggota-bursa/.

Jangan khawatir, sekuritas yang memberikan himbauan tadi mempunyai nilai MKBD yang sangat besar yakni 547 Milyar, bisa jadi mereka melakukan himbauan itu karena sayang sama nasabahnya dan ingin menenangkan hati para investor retail biar tidak nyangkut terlalu lama #eh

A screenshot of a cell phone

Description automatically generated

NASABAH / TRADER

Berapa banyak nasabah / trader yang pada saat membuka rekening tahu bahwa ada beberapa jenis rekening yang ada di sebuah sekuritas? Berapa banyak yang tahu berapa bunga margin di sekuritasnya? Umumnya, kebanyakan trader yang baru terjun ke dunia saham, mereka hanya bertanya berapa modal minimal, berapa fee transaksi jual beli dan jarang yang bertanya tentang bunga margin. Dan ketika suatu saat mereka menggunakan margin lalu kena forced sell mereka kaget karena ada hutang tambahan yang harus mereka lunasi.

Bagi yang sampai dengan saat ini belum tahu mengenai jenis jenis rekening yang ada di sebuah sekuritas, coba deh tanya ke sekuritas masing masing rekening apa saja yang mereka tawarkan. Sepanjang sepengetahuan saya, ada empat jenis rekening yang bisa kita miliki di sebuah sekuritas yakni rekening regular, rekening margin, rekening one day trading dan rekening syariah, tapi tentu saja ini tergantung kepada sekuritasnya, tidak semua sekuritas menawarkan hal ini, makanya coba deh anda tanya ke sekuritas anda mengenai rekening rekening tersebut.

REKENING REGULAR

Rekening regular ini adalah default rekening setiap kali kita membuka akun di sekuritas.Akun ini wajib dimiliki oleh nasabah sebelum membuka rekening yang lain. Pada dasarnya, selama cash di rekening masih ada, maka nasabah di rekening regular bisa melakukan transaksi di semua saham yang ada di bursa. Tetapi ketika nilai cashnya sudah menipis dan dia berniat melakukan transaksi margin di rekening regular, umumnya pilihan sahamnya akan terbatas, tidak semua saham bisa diperdagangkan menggunakan dana margin. Besaran dana margin itu sendiri tergantung dari sisa cash yang tersedia dan juga haircut dari saham yang anda simpan di portfolio anda. Apa itu haircut? Hair itu rambut, cut itu potong, jadi haircut adalah potong rambut..hahahaha. Gampangnya haircut itu pemotongan / pengurangan nilai pasar saham yang disesuaikan dengan tingkat resiko dari saham tersebut, oleh karena itu nilai haircut untuk saham saham Bluechip / LQ45 akan jauh berbeda dengan nilai haircut untuk saham saham second liner dan bahkan gorengan. Berapa besar nilai haircut dari masing masing saham ini sebenarnya sudah ditentukan oleh KPEI ( Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia ), tetapi masing masing sekuritas juga mempunyai hak untuk menentukan sendiri nilai haircut masing masing saham karena ini terkait dengan nilai MKBD sekuritas tersebut. Sebagai contoh berikut adalah nilai haircut dari beberapa saham untuk periode Mei 2020 :

A close up of a building

Description automatically generated

Misal anda mempunyai saham ENVY di portfolio anda dengan nilai pasar sebesar 50 juta, karena ENVY mempunyai haircut sebesar 100%, maka artinya angka 50 juta tersebut tidak bisa dihitung sebagai jaminan untuk penghitungan besaran dana margin yang bisa anda gunakan. Saham itu tidak punya nilai apa apa bagi sekuritas anda. Lain cerita ketika misal anda memiliki saham HMSP dengan nilai pasar 50 juta, dengan haircut yang hanya 10% maka saham anda masih memiliki nilai sebesar 45 juta yang bisa digunakan sebagai perhitungan besaran margin yang bisa anda gunakan untuk transaksi jual beli saham. Oleh karena itu jika anda berencana menggunakan dana margin di rekening regular sebaiknya anda juga memperhatikan saham saham yang anda beli di portfolio anda. Selain haircut, besaran bunga margin tentu juga harus menjadi perhatian utama ketika melakukan transaksi margin. Masing masing sekuritas menerapkan bunga margin yang berbeda, ada yang hanya sebesar 0.045% per hari, ada yang 0.06% per hari, tetapi ada juga yang menerapkan bunga margin hingga 0.2% per hari. Dan jangan lupa, bunga margin ini tidak dihitung berdasarkan hari bursa tetapi dihitung setiap hari, artinya apa? Artinya jika selisih hari transaksi jual kita dan hari transaksi beli kita melewati hari libur seperti libur lebaran ini, bunga margin tetap berjalan. Resiko lainnya jika anda menggunakan dana margin pada rekening regular adalah bisa jadi anda akan mengalami suspensi sementara, tidak bisa melakukan transaksi jual dan beli sementara ketika anda tidak bisa memenuhi kewajiban anda untuk melunasi dana margin yang terhutang.

Saya bukanlah trader yang anti margin, bahkan saya termasuk trader yang sering menggunakan dana margin secara maksimal. Untuk urusan margin saya menganut perkataan Charlie Munger “The liabilities are always 100% good. It’s the asset you have to worry about”. Margin itu bagus tetapi apa yang kita beli dari dana margin itulah yang harus kita pikirkan, hehehe. Makanya penggunaan margin saya sangat selektif dan hanya saya gunakan saat saat tertentu dan untuk saham saham tertentu saja. Margin di satu sisi memberikan manfaat yang besar karena margin adalah salah satu leverage yang bisa kita gunakan untuk memaksimalkan keuntungan kita, ketika kita menemukan sebuah saham dengan bentukan chart yang sangat bagus dengan semua kondisi mendukung, alih alih hanya beli dengan menggunakan cash yang ada, tentu akan lebih menguntungkan ketika kita membeli dengan tambahan dana margin, alih alih hanya membeli dengan cash 100 juta, akan lebih menguntungkan jika membeli dengan total nilai 300 juta misalnya. Di sisi lain, penggunaan dana margin juga membuka peluang resiko yang lebih besar ketika ternyata prediksi kita salah, ketika ternyata setelah kita beli sahamnya turun 2% dan kita hanya memakai cash 100 juta, resiko kerugian kita hanya 2 juta, tetapi jika menggunakan dana margin hingga 300 juta, maka resiko kerugian kita mencapai 6 juta belum ditambah bunga margin yang harus kita bayarkan jika kita tidak clear posisi pada hari tersebut. Jadi jika anda adalah nasabah rekening regular dan berniat menggunakan margin, sebaiknya pertimbangkan masak masak sebelum melakukan transaksi jual beli, pilih saham yang benar benar berpotensi memberikan keuntungan dan sebaiknya transaksi dilakukan hanya day trading, atau jika berniat simpan esok hari, perhitungkan juga resiko bunga dan resiko pergerakan harga esok hari. Saran saya, untuk kondisi market yang sedang tidak menentu seperti saat ini, maka sebaiknya anda benar benar sangat selektif ketika memutuskan untuk menggunakan dana margin, jangan sampai kerugian anda menjadi berlipat ganda hanya karena anda menggunakan dana margin untuk membeli saham yang salah dengan timing yang tidak tepat pula. Jika anda memang sering menyimpan saham dengan dana margin, maka mungkin sudah saatnya anda membuka rekening berikutnya, yakni rekening margin.

REKENING MARGIN

Berbeda dengan rekening regular yang mempunyai limitasi dalam penggunaan dana margin, rekening margin memberikan beberapa fleksibilitas dalam penggunaan dana margin karena memang rekening ini dikhususkan untuk transaksi margin. Yang utama, tentu saja batasan waktu forced sell, jika kita menggunakan dana margin pada rekening regular akan dikenakan forced sell antara T+3 sampai T+5 ( tergantung kebijakan sekuritas ), maka pada rekening margin umumnya kita akan mengalami forced sell setelah T+90. Keuntungan lainnya adalah bunga margin yang dikenakan juga lebih murah, umumnya untuk rekening margin, bunga yang diterapkan oleh sekuritas adalah 18% per tahun atau sekitar 0.05% per hari. Tentu jika digunakan untuk membeli dan menyimpan saham yang bisa memberikan return di atas 18% akan menguntungkan buat kita. Tetapi jangan seneng dulu, besaran modal minimal untuk bisa memiliki rekening margin berbeda dengan modal minimal untuk rekening regular, rata rata sekuritas mewajibkan dana sebesar 200 juta untuk nasabah bisa membuka rekening margin, selain itu saham saham yang bisa ditransaksikan juga mengikuti daftar saham saham margin yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia. Dan sekali lagi, besarnya MBKD perusahaan sekuritas turut berpengaruh terhadap banyaknya saham saham apa saja yang bisa ditransaksikan lewat rekening margin.

Selain rekening margin yang dikhususkan untuk trader yang gemar menggunakan dana margin, sekuritas juga mempunyai dua rekening lain yang dikhususkan untuk segmen trader yang lain.

REKENING DAY TRADING

Sesuai namanya, rekening day trading ini dikhususkan untuk para day trader, trader yang melakukan transaksi beli dan jual pada hari yang sama dan selalu clear posisi sebelum jam perdagangan berakhir. Kelebihan utama rekening day trading ini ada pada fee transaksi beli dan jual yang lebih rendah daripada rekening regular. Jika rekening regular umumnya fee transaksi beli dan jualnya adalah 0.15% dan 0.25%, maka untuk rekening day trading umumnya fee beli 0.08% dan fee jual 0.18%. Selain fee yang lebih murah, umumnya trading limit pada rekening day trading juga lebih besar daripada rekening regular. Dengan trading limit yang lebih besar dan fee transaksi yang lebih murah tentunya sekuritas berharap trader lebih sering melakukan transaksi day trading, semakin banyak dan semakin besar transaksi yang dilakukan oleh trader maka semakin besar pula fee yang akan diterima oleh sekuritas. Tenang aja, meskipun kita menggunakan trading limit secara maksimal di rekening day trading, kita tidak akan dikenakan bunga margin, paling modal kita yang tiba tiba berkurang banyak ketika cutloss saat pake limit. Kenapa tidak ada bunga margin? Ya karena sekuritas akan melakukan forced sell tiap menjelang akhir perdagangan jika kita belum menjual saham yang kita beli pada hari itu gak peduli kita posisi untung atau rugi.  Kekurangan rekening day trading menurut saya adalah jumlah saham yang bisa ditransaksikan melalui rekening day trading ini terbatas dan umumnya hanya saham LQ45, sebagai penggemar saham non-LQ45 tentu rekening day trading kurang cocok bagi saya.

REKENING SYARIAH

Rekening Syariah adalah rekening dengan limitasi yang jauh lebih banyak daripada rekening lainnya karena harus memenuhi persyaratan persyaratan yang sesuai dengan kaidah Syariah. Limitasinya antara lain pilihan saham yang dapat diperdagangkan melalui rekening Syariah adalah saham saham yang terdaftar dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) di mana saham saham perbankan (kecuali bank Syariah), rokok, minuman keras tidak termasuk di dalamnya. Jadi jika anda membuka rekening Syariah dan ingin membeli saham BBRI atau HMSP, meskipun anda mempunyai banyak cash anda tidak akan bisa membeli kedua saham tersebut. Lain halnya jika anda ingin dapat rumah dengan membeli saham REAL, anda kemungkinan besar masih bisa beli karena REAL termasuk ke dalam daftar saham ISSI. Tetapi jika anda masih berpikiran untuk membeli saham REAL, bisa jadi orang akan berpikiran anda belum termasuk trader yang mendapatkan hidayah untuk hijrah menjadi trader yang lebih baik karena masih banyak saham lain yang lebih berkah. Daftar saham saham Syariah yang bisa anda perjual belikan bisa dilihat di https://www.idx.co.id/idx-syariah/indeks-saham-syariah/

Limitasi berikutnya adalah tidak adanya dana margin pada rekening Syariah, ya namanya aja Syariah, tentu saja tidak boleh ada bunga pada transaksinya jadi kita hanya boleh menggunakan cash yang kita punya untuk transaksi jual beli. Karena tidak ada fasilitas dana margin tentu saja tidak ada forced sell pada rekening Syariah.

Semoga setelah membaca tulisan ini anda semakin paham mengenai penggunaan dana margin dan beberapa pilihan rekening yang bisa anda miliki di sekuritas terkait dengan aktifitas trading anda. Menurut saya, rekening regular merupakan rekening yang paling fleksibel yang bisa kita manfaatkan secara maksimal untuk meraih keuntungan termasuk dengan penggunaan dana margin di rekening regular. Syaratnya, penggunaan dana margin tersebut hanya kita gunakan ketika kita benar benar yakin terhadap potensi kenaikan dan keuntungan saham yang akan kita beli, lalu kita juga sadar terhadap resiko yang akan kita hadapi, dan terakhir kita harus siap cutloss dengan kerugian yang lebih besar jika ternyata prediksi kita salah, oleh karena itu penerapan stoploss yang ketat dan trading plan yang jelas harus kita miliki ketika kita akan menggunakan dana margin. Seperti Warren Buffet bilang Having a large amount of leverage is like driving a car with a dagger on the steering wheel pointed at your heart. If you do that, you will be a better driver. There will be fewer accidents, but when they happen, they will be fatal.

Penggunaan dana margin seharusnya membuat anda lebih berhati hati dalam melakukan pembelian saham sehingga equity anda tumbuh lebih besar dan bukan malah membuat modal anda ludes lebih cepat, jadi kalo pake dana margin ati ati yak!

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

1 Comment

  1. Sorry ko baru baca.. masih newbie nih..
    Btw kalau kita pakai dana margin buat one day trading, apakah jg kena bunga? Trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *