Pegang Kendali Trading Kita

Seorang trader dengan tatapan kosong duduk tak bergeming di depan laptopnya. Yang terpampang di hadapannya adalah sebuah pemandangan seram yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Jauh lebih menakutkan daripada film Pengabdi Setan. Tak pernah terlintas dalam benaknya, uang yang selama ini ia tabung dengan susah payah, dengan keringat dan darah, kini hanya tersisa setengah. Bayangan akan dunia yang indah, Cita cita menjadi  orang kaya dengan harta berlimpah harus ia lupakan sejenak, ia kini merana tanpa tahu harus berbuat apa, tanpa tahu harus berkeluh kesah kepada siapa.

Di lain tempat, seorang trader mengumpat, ia tak bisa menikmati keuntungan karena koneksi internet yang laknat, di hadapan laptopnya ia berteriak..bangsaaaat. Tak jauh berbeda, seorang trader gundah gulana, ia berkeluh kesah kepada teman temannya, karena keuntungan yang ada dalam genggamannya kini menguap entah kemana.

Kampret nih OLT gw nge-lag, gue jadi gak bisa buy dan ketinggalan saham yang gue incar..

Geblek nih dari tadi pagi gak bisa login, ketinggalan cuan deh..

Ini kenapa gue gak bisa sell ya? Dari tadi pencet pencel tombol sell gak bisa…huhuhu jadi nyangkut deh..

Mungkin anda pernah mendengar keluhan seperti itu atau bahkan anda mengalami sendiri drama trading seperti itu.

Bursa saham merupakan dunia yang dinamis, misterius dan penuh kejutan. Market seringkali bergerak ke arah yang tidak kita duga, market seringkali berlawanan dengan analisa dan prediksi kita, Dow Jones dan bursa Eropa ditutup hijau tebal, regional Asia dibuka hijau, kita mengira IHSG bakalan hijau, eh ternyata IHSG dibuka merah dan terus turun sampai akhir perdagangan. Di lain kesempatan, ketika semua kondisi mestakung, market regional kondusif, pergerakan IHSG juga sesuai dengan analisa kita dan saham yang kita incar bergerak naik, eh koneksi kita ke online trading kita gak lancar, online trading kita tidak bisa kita akses, kita tidak bisa jual beli saham sehingga kita ketinggalan pesta pora. Di lain cerita, di saat semua kondisi mendukung, market hijau, koneksi internet lancar, eh tiba tiba kita diajak meeting seharian.

Dikotomi Kendali

Saya belajar bahwa memang dalam hidup, ada banyak sekali hal hal yang di luar kendali kita, tetapi tidak kalah banyak pula hal hal yang masih dalam kendali kita. Begitu juga dengan aktifitas trading kita, banyak hal yang di luar kendali kita dan tak kalah banyak pula hal hal yang masih dalam kendali kita. Dan saya percaya, bahwa kenyamanan dan kebahagiaan itu hanya bisa datang dari hal hal yang berada dalam kendali kita, dari diri kita sendiri, termasuk trading.

Trading seharusnya menjadi aktifitas yang menyenangkan sekaligus bisa menghasilkan uang buat kita. Trading menawarkan keseruan seperti layaknya keseruan wahana Disneyland. Kenaikan dan penurunan harga saham yang terpampang di layar laptop kita, membuat kita laksana menikmati serunya naik roller coaster hanya dari tempat duduk kita. Di sisi lain, trading juga bisa menakutkan, membuat kita takut untuk membuka mata, jantung berdetak tak berirama, duduk tak nyaman, tak enak makan, hingga tak bisa tidur meski sudah berusaha sekuat tenaga.

Ketidaknyamanan yang kita rasakan pada aktifitas trading kita mungkin karena kita selama ini tak memegang kendali atas trading kita. Mungkin selama ini kita berharap bahwa market dan pergerakan saham harus sesuai dengan kemauan kita, dan kita tidak tahu bagaimana bereaksi ketika market memutuskan untuk bergerak secara berbeda. Jika itu permasalahannya, mungkin kita perlu mengenali hal hal apa saja yang berada di luar kendali kita dan apa saja yang masih dalam kendali kita serta belajar bagaimana menyikapinya.

Hal di luar kendali kita

Bursa saham Indonesia, bukanlah bursa yang berdiri sendiri, seringkali ia berkaitan dan bergerak searah dengan pergerakan bursa di negara lain, meski tak jarang juga ia tampil beda. Tentu kita tak memegang kendali atas pergerakan bursa Amerika, Eropa, maupun Asia, sehingga kitapun tak punya kuasa atas pergerakan IHSG di Indonesia. Harga saham pun sama, pergerakan harga saham banyak dipengaruhi oleh faktor yang berada di luar kendali kita, besaran demand dan supply yang menyebabkan harga naik dan turun, psikologi trader yang ikut serta dalam bursa, berita yang sering muncul tiba tiba dan kadang direkayasa, harga komoditas yang mungkin berdampak terhadap pergerakan harga kita, itu semua berada di luar kendali kita. Lalu kestabilan koneksi internet ke OLT kita, kecepatan koneksi OLT kita ke server bursa juga berada di luar kendali kita

Hal yang dalam kendali kita

Memperlakukan trading kita sebagai sebuah bisnis yang serius, belajar untuk menganalisa pergerakan harga saham dan bursa merupakan salah satu hal yang berada dalam kendali kita. Keputusan untuk memilih sekuritas mana yang akan kita gunakan untuk trading juga berada dalam kendali kita. Analisa pergerakan saham untuk memilih saham yang mau kita beli, lalu keputusan jual beli dan bagaimana kita bereaksi dan mengantisipasi terhadap setiap perubahan pergerakan saham yang kita beli, semuanya berada dalam kendali kita.

Kendali ada di tangan kita

Ketika kita bisa memilah hal hal yang ada dalam kendali kita dan hal hal yang di luar kendali kita, sudah seharusnya kita tidak pasrah terhadap keadaan, karena kita tahu bahwa kita mampu bereaksi dan melakukan aksi atas apapun yang terjadi pada diri kita.

OLT ribet, koneksi lemot..daripada terus mengumpat dan bikin hati tidak nyaman, kenapa tidak pindah sekuritas saja? Banyak sekuritas yang mungkin lebih baik dari sekuritas kita sekarang, tanya teman teman lain bagaimana selama ini performansi sekuritas mereka, jika menurut anda sekuritas tersebut lebih bagus dari sekuritas anda sekarang ya pindah saja, toh itu masih dalam kendali kita dan sangat mudah untuk dilakukan. Mengumpat tidak serta merta akan membuat sekuritas itu lebih baik, tidak akan membuat performanya lebih bagus.

Apakah kita akan pasrah saja ketika melihat harga saham kita terus menerus turun di saat kita punya kendali untuk cut loss dan kemudian beli lagi di harga yang lebih baik. Apakah kita akan mengumpat dan stress melihat IHSG bergerak tak menentu di saat kita tahu kita tak punya kendali atas pergerakan IHSG tersebut?. Berkeluh kesah tidak akan membuat portofolio anda menjadi lebih bagus, malah bisa membuat perasaan anda semakin tidak nyaman dan emosian. Daripada stress mikirin hal hal yang tidak bisa kita kendalikan, sebaiknya kita mulai belajar menyalurkan energy dan semangat yang kita punya untuk focus kepada hal hal yang bisa kita kendalikan.

Pindah sekuritas, belajar Analisa saham dengan lebih baik, belajar tentang intermarket analysis agar bisa memahami pengaruh pergerakan bursa dunia terhadap bursa Indonesia, memahami reaksi pergerakan saham kita terhadap perubahan harga komoditas dan hal hal lain yang semuanya masih ada dalam kendali kita seharusnya menjadi fokus kita sehingga memungkinkan kita untuk bisa menikmati trading kita dan memperoleh manfaat yang sebesar besarnya dari bursa saham demi mewujudkan cita cita kita cuan melimpah dan hidup bergelimang rupiah.

Bicara tentang rupiah, tentu tak lepas dari kemenangan dan kegagalan yang kita alami selama perjalanan trading kita. Layaknya siang dan malam, matahari dan bulan, Manchester United dan Liverpool, keuntungan dan kerugian adalah dua hal yang tidak terpisahkan yang akan bergantian mengisi hari hari trading kita. Cuan di pagi hari bukan jaminan terhindar dari kerugian di sore hari, rugi di awal perdagangan bukan berarti kita tak bisa menikmati keuntungan di akhir hari. Kerugian dalam trading saham adalah sebuah keniscayaan, ia tak hanya hadir saat kondisi market sedang menurun, saat dunia sedang dihantam krisis berkepanjangan. Kerugian juga setia mengintai saat ekonomi dunia sedang tumbuh, saat kondisi market adem ayem, saat sang banteng sedang menunjukkan keperkasaannya. Market bullish bagi seorang trader bisa jadi merupakan market bullshit bagi trader yang lain, yang satu menikmati keuntungan, yang lain meratapi kerugian meski trading di market yang sama. Begitu juga dengan keuntungan, wabah corona, perang harga minyak, ketidakpastian pertumbuhan ekonomi, kondisi market yang bearish di sisi lain merupakan kesempatan besar bagi trader untuk meraup keuntungan. Dan kita, sebagai trader sangat punya kendali atas keuntungan maupun kerugian yang kita alami.

Kendali atas keuntungan

Mendapatkan keuntungan memang menyenangkan, tapi bukan berarti kita bisa merasa jumawa dan larut dalam euphoria sehingga trading kita kemudian membabi buta. Okelah, memang keuntungan yang kita dapatkan merupakan hasil dari usaha kita, tapi bukan kah keuntungan yang kita dapatkan itu seringkali tidak murni dari usaha kita sendiri? Ada peran teman, ada peran pasar dan kadang ada faktor keberuntungan di sana. Bisa jadi kita lagi beruntung karena marketnya lagi benar benar bullish, di mana mayoritas saham bergerak naik, merem tanpa mikir milih saham ngasal aja bisa cuan, siapa tahu ya kan?. Oleh karena itu, meski kita sering mendapat keuntungan, alahkah baiknya kita tetep berpikir dengan jernih, mengedepankan logika dalam membuat setiap keputusan trading dan tidak membiarkan emosi kita menuntun kita untuk melakukan keputusan jual beli saham, karena seringkali kita lupa bahwa market bisa kapan saja mengambil keuntungan itu dengan cara yang kadang tidak kita sangka.

Kendali atas keuntungan yang bisa kita lakukan selanjutnya adalah dengan tidak membandingkan apa yang sudah kita dapat dengan apa yang orang lain dapat. Aku kok Cuma cuan 5% ya, orang lain cuannya sampai ratusan persen. Alhamdulillah hari ini cuan 2 juta, eh tapi kok temenku cuan 5 juta ya…kapan ya bisa kayak dia?.

Mungkin wajar kita sebagai manusia punya kecenderungan untuk membandingkan diri kita dengan orang lain, tetapi ingat juga pepatah rumput tetangga selalu tampak lebih hijau. Yang sering kita tidak tahu dan seringkali tidak tampak adalah usaha apa yang sudah tetangga kita lakukan sehingga rumputnya lebih hijau dari rumput kita? Mungkin tetangga kita rajin menyirami halamannya, mungkin tetangga kita sudah belajar bagaimana merawat rumput yang baik dan benar di saat kita hanya membiarkan rumput di halaman kita disirami air hujan yang kadang tidak datang sama sekali. Prinsip Yang Penting Cuan, prinsip Cuanku adalah cuanku, cuanmu adalah cuanmu, mungkin bisa membantu kita mensyukuri keuntungan yang sudah kita dapatkan. Toh barangsiapa yang bersyukur pasti Tuhan akan menambah nikmat-Nya bukan?

Kendali atas kerugian

Kehilangan uang memang selalu terasa menyesakkan. Meski kadang kita merasa lebih rela kehilangan uang daripada kehilangan pasangan, tapi tetap saja kehilangan sesuatu yang sudah susah payah kita kumpulkan lalu menguap begitu saja akan tetap terasa sangat menyakitkan. Seringkali kerugian yang kita alami merupakan akhir dari dunia, terlebih ketika uang yang kita tanamkan hanya sedikit yang tersisa. Tapi tahukan anda bahwa kita semua dibekali kemampuan untuk mengatasi itu semua??.

Merasa patah hati, kecewa, terpuruk, sedih ketika kita mengalami kerugian memang manusiawi, tapi apakah kita akan terus terpuruk dan hanya meratapi kerugian yang kita derita ataukah kita kemudian move on dan menjadikan kerugian itu sebagai pelajaran, sebagai tambahan energy untuk belajar memahami trading dengan lebih baik seringkali menjadi pembeda antara trader yang sukses dan trader yang kemudian meninggalkan gelanggang pertempuran di bursa.

Yang perlu kita pahami, bahwa tidak ada satu orang pun trader di dunia yang tidak pernah mengalami kerugian. Menurut saya, Jika ada trader yang mengaku bahwa ia tidak pernah mengalami kerugian maka sesungguhnya ia sedang berdusta dan sedang memakai topeng kepalsuan. Seorang Warren Buffett yang diagungkan dan dianggap sebagai legenda bursa pun baru saja mengalami kerugian yang cukup besar dari saham yang ia beli di Delta ( bukan spa ). Jadi nikmati aja kerugian yang kita alami, boleh merasa sedih dan kecewa tapi cukup sebentar saja. Gunakan perasaan sedih dan kecewa itu sebagai energi untuk terus belajar sehingga ke depan trading kita mampu menghasilkan keuntungan yang luar biasa.

Menyerah saat kita kalah hanya akan menjadikan kita seorang pecundang sejati. Menyerah saat kalah berarti memandang sebuah kekalahan adalah satu hal absolute yang tidak bisa kita rubah. Padahal kekalahan seringkali merupakan energi tak terhingga yang bisa kita gunakan untuk menggerakan segala daya upaya untuk menjadi seseorang yang lebih baik atau bahkan menjadi yang terbaik. Ketika kita kalah dan memutuskan untuk berhenti, maka kita sudah pasti kalah, tetapi ketika kita kalah dan memutuskan untuk bangkit, maka kita masih punya kesempatan untuk menjadi pemenang

You don’t always win, but everytime you lose, you should get better. Ketika kita memahami bahwa keuntungan dan kerugian dalam trading adalah dua hal yang selalu menyertai perjalanan trading kita, ketika kita memahami bahwa kerugian dan keuntungan ada dalam kendali kita, maka sudah selayaknya lah kita menikmati kerugian yang kita derita sebagaimana kita menikmati keuntungan yang kita dapatkan. Sudah selayaknya kerugian tidak membuat kita terpuruk sebagaimana keuntungan tidak menjadikan kita merasa jumawa.

Yuk pegang kendali atas trading kita, agar perjalanan trading kita menjadi perjalanan yang luar biasa.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

2 Comments

  1. Menurut Mas Koko, apa karakter seseorang juga menentukan besaran cuan yg diperoleh?

    Saya sering sekali mengulang kesalahan yg sama di market.. seperti overtrading, buyback saham sy yg sdh profit sblmnya di harga tinggi, dll…

    Apakah saya hanya kurang jam terbang untuk jadi sedikit terlatih? Atau memang karakter sy punya strateginya sendiri?

    Tlg dijawab Mas Koko, krna kamu satu2nya penulis yg semua bahasannya bisa kena ke hati pemula

    1. Author

      Pertanyaannya menarik, apa karakter seseorang juga menentukan besaran cuan yg diperoleh?
      Menurut saya, besaran cuan yang diperoleh seorang trader itu ditentukan dari kemampuan dan pengalamannya, kadang dibumbui dengan faktor keberuntungan juga.
      Overtrading, buyback saham di harga tinggi dll itu bukan karakter tapi lebih kepada kemampuan dan pengalaman..semua hal tadi, sangat bisa diperbaiki dengan menambah jam terbang dan pengalaman di pasar modal, tentu saja jangan pernah berpikiran prosesnya pasti akan mulus seperti kulit Raisa, pasti akan ada proses jatuh bangun, untung rugi, senang sedih..ya dinikmati saja karena memang begitu prosesnya…
      Pertanyaannya justru lebih kepada apakah strategy trading yang sekarang itu sudah sesuai dengan karakter kita? kalo memang merasa sudah sesuai ya tinggal tadi itu, menambah jam terbang dan pengalaman, kalo merasa kurang sesuai ya coba strategy lain dan lalu bandingkan gimana performansinya..cmiiw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *