Sekilas Tentang Tape Reading

Trading is a business!! In fact, trading is a serious business. Pada dasarnya, berinvestasi di saham merupakan sebuah bisnis yang serius, sama halnya dengan berbisnis di sektor rill semisal kita membuka toko atau mendirikan sebuah perusahaan. Sayangnya, tidak semua trader saham mempunyai pola pikir yang sama mengenai berbisnis di saham ini. Banyak dari para trader yang memandang bursa saham layaknya sebuah kasino, sebagai alternatif tempat mereka untuk berjudi, ajang spekulasi dan tebak tebakan. Padahal jauh dari itu, investasi di saham adalah sebuah bisnis yang harus dipikirkan dengan serius, direncanakan dengan matang dan dijalankan dengan penuh kedisiplinan.

Seperti layaknya sebuah business plan pada setiap aktifitas investasi perusahaan, dalam aktifitas trading ada juga business plan yang biasa disebut dengan trading plan. Trading plan merupakan rencana trading, rencana beli dan jual yang didasarkan pada analisa pergerakan harga sebelumnya, dan berisi hal-hal yang terkait dengan rule buy dari strategy trading yang kita terapkan, buy if breakout, buy at support dsb, exit level yang berupa target profit maupun stoploss level, entry level yang merupakan harga belinya serta time horison untuk menyimpan saham tersebut. Untuk trader yang aktif, trading plan yang dibuat umumnya berdasarkan analisa teknikal berdasarkan indikator maupun strategi trading yang diterapkan.

Selain analisa teknikal yang sudah dikenal secara umum, analisa support resistance, indikator moving average, Bollinger Band, trendline dan Analisa teknikal lainnya, ada satu teknik analisa yang bisa dianggap sebagai bagian dari teknikal analisis yang diterapkan dengan menganalisa pergerakan harga saham secara langsung di software online trading tanpa harus bolak-balik menganalisa chart di software charting. Teknik tersebut dikenal dengan tape reading.

Secara umum, tape reading adalah sebuah teknik analisa dengan menggunakan pergerakan harga yang terdapat di running trade sebagai obyek analisa. Tidak seperti analisa teknikal lainnya, dalam tape reading tidak mengenal indikator moving average, Bollinger band dan sebagainya, tetapi lebih kepada analisa bid offer, trade done / done summary/ trade book, broker summary dan pergerakan harga di running trade. Gampangnya, tape reading itu merupakan salah satu bagian dari teknikal analisis yang melibatkan analisa running trade, dengan kata lain tape reading ini adalah analisa transaksi sudah dan sedang terjadi, karena pergerakannya yang cukup cepat dan penerapannya yang lebih banyak untuk scalping, intraday trading ataupun day trading, umumnya analisa tape reading ini tidak dikombinasikan dengan indikator lain di chart. Memang tidak menutup kemungkinan, analisa tape reading ini dikombinasikan dengan teknik analisa lain yang terpampang di chart. Hal ini kembali ke masing masing trader, saya pribadi, karena lebih banyak untuk scalping ya murni analisa dari OLT saja.

Dan ini bukan teknik baru, tapi teknik yang sudah sejak lama digunakan. Dulu mah ribet, jamannya Humphrey Neill ama Jesse Livermore, tape reading dilakukan secara manual, beruntunglah kita, di jaman yang sudah canggih ini kita dimanjakan oleh teknologi yang cukup maju. Apa yang kita butuhkan untuk analisa tape reading sudah tersedia melalui Online Trading yang kita punyai.

Investopedia ( www.investopedia.com ) mendefinisikan tape reading sebagai :

An old investing technique used by day traders to analyze the price and volume of a particular stock in order to execute profitable trades. Tape reading involves evaluating the size of stock orders, order speed, order price, and order condition (at ask, at bid, between ask and bid) to identify trends in trading behavior by insiders, professionals and the general public. These trends help a trader recognize good times to buy or sell. The term gets its name from the old method of displaying trade, bid and ask information on paper printed by ticker tape machines (today, it is displayed electronically). Investors read the tape numbers to create an unemotional analysis and capitalize on the behavior of the market. This technique can be profitable whether the market is bullish or bearish

Seperti halnya Teknikal Analysis, Tape reading is an art, rather than a science, jadi pembacaan running trade itu bukan ilmu pasti, tapi lebih kepada interpretasi, dan seringkali intuisi dari seorang trader yang akan berperan lebih dominan daripada teknik tape reading itu sendiri. Pengalaman dan jam terbang pengamatan seorang trader akan menentukan pemahaman dia terhadap pola gerakan dari sebuah saham, dan dia akan lebih mudah memprediksi kemana arah gerakan saham melalui teknik tape reading ini. Kalo kata anak sekarang, trader yang sering monitor running trade “ feel “ nya akan lebih dapet daripada trader yang jarang monitor running trade.

Apa itu running trade

Berdasarkan pengalaman saya sebagai day trader, salah satu elemen penting dalam trading adalah analisa running trade. Apa itu running trade ? Running trade adalah layar yang memperlihatkan kepada trader mengenai detail informasi atas apa yang sedang terjadi di pasar. Pada running trade kita akan disuguhi informasi mengenai waktu kejadian perdagangan, harga, perubahan terhadap harga penutupan sebelumnya, besaran lot kejadian, broker pembeli serta broker penjual. Informasi yang ditampilkan d ilayar running trade ini bisa kita sesuaikan dengan keinginan kita masing-masing.
Bagaimana memanfaatkan running trade
Saya merupakan trader yang percaya bahwa ada dua elemen penting yang tidak terpisahkan dalam trading, yakni harga dan volume. Tape reading mencakup keduanya, dan jika dianalisa dengan benar maka akan mampu meningkatkan kesuksesan aktifitas trading kita. Hal ini sesuai dengan esensi dari tape reading yakni follow the big money.


Image

Size Order

Secara umum, analisa yang bisa kita lakukan dari layar running trade ini adalah dengan melihat bagaimana agresifitas buyer dalam membeli sebuah saham yang tercermin dari besaran size order nya, jika buyer nya sangat agresif, demand cukup besar maka kita akan melihat di running trade pergerakan saham dengan jumlah lot yang cukup besar. Ini berarti bagus, bahwa buyer yang agresif yang membeli saham dengan jumlah lot besar membuka peluang untuk saham tersebut naik lebih tinggi. Teknik sebaliknya digunakan untuk teknik jualan pemain besar dan memancing trader retail untuk beli saham yang akan dijual oleh pemain besar. Bagi yang tiap hari monitor running trade pasti pernah kesal karena layar running trade nya dipenuhi dengan satu saham yang berjalan dengan lot kecil kecil, 1 lot, 5 lot, 10 lot dsb. Inilah merupakan salah satu cara pemain besar untuk menarik trader agar beli saham yang sedang memenuhi running trade tersebut. Inilah salah satu cara pemain besar untuk tebar pesona, mengiklankan sahamnya. Apa tujuannya? agar trader berpikir bahwa saham tersebut banyak peminatnya, bahwa saham tersebut banyak dibeli orang, padahal justru ketika kita melihat saham tersebut, kemungkinan besar ada yang sedang jualan, dan dia sengaja menarik trader retail agar saham jualan pemain besar bisa habis terjual.. Jadi, jika kita melihat suatu saham seperti itu, saran saya, hindari dan jangan ikutan beli saham tersebut agar jantung anda tidak hilang karena tiba tiba harganya turun dalam sehingga trading anda lebih nyaman.

Sebagai gambaran, saya tampilkan running trade lama saat pemain besar memancing trader retail untuk masuk.

Dalam contoh di atas, running trade dipenuhi dengan saham ARTI dengan lot yang kecil, sehingga seolah-olah banyak peminat terhadap saham ARTI, padahal sesungguhnya itu hanya pancingan saja.

Order Speed

Order speed merupakan salah satu komponen penting untuk mengetahui informasi apa yang sedang ditampilkan di layar running trade. Umumnya, ketika sebuah saham breakout baik break support maupun resistancenya, tidak hanya besaran lot yang akan kita lihat tetapi juga kecepatan dari pergerakan harga saham. Ini memberikan indikasi kepada kita bahwa demand terhadap saham ini cukup besar pada level tersebut, bahwa buyer lebih berkuasa daripada seller. Order speed itu gampangannya, tadi pas kita lihat harga masih di angka 100, tapi pas kita lihat lagi lah kok sudah loncat ke 110 misalnya. Atau, perasaan tadi di offer ada 10 ribu lot, kok sekarang dah pindah ke bid aja. Order speed bisa menggambarkan agresifitas buyer di sebuah saham yang ditandai dengan pembelian dalam lot besar dan cepatnya kenaikan harga saham tsb, jika kita bisa ikut pada awal tarikkan tentu sangat mengenyangkan cuannya. Jika tidak, ya tetep boleh ikutan tapi resiko lebih besar

Bid Offer

Dari bid offer ini bisa kita analisa beberapa hal di antaranya adalah susunan bid dan offer, detail dari masing masing bid dan offer tersebut, dan yang tidak kalah penting adalah proses perpindahan dari offer menjadi bid dan bid menjadi offer. Proses perpindahan ini berhubungan erat dengan cara makan offer maupun cara buang bid. Semakin cepat offer berpindah menjadi bid, berarti buyer cukup besar dan agresif. Semakin lama offer pindah jadi bid, buyer nya cuma ngajakkin trader retail buat ikutan beli

Sebagai contoh saya ambil saham ZINC

A screen shot of a video game

Description automatically generated
A screen shot of a video game

Description automatically generated

Dari contoh Bid Offer saham ZINC tersebut terlihat bid di 181 sangat timpang dengan susunan bid offer lainnya. Offer di 188 juga terlihat timpang dengan bid offer lainnya. Jika kita masuk ke detail bid offernya, di bid 181 maupun di offer 188, ada dua besaran lot yang sama yakni 20.000 lot..kebetulan kah? hehehehe. Lalu maksudnya apa sengaja di ganjal seperti itu? Mungkin ada yang pengen bikin trader beranggapan ah ada yang jagain di 181, aman nih harusnya. Yang jelas, ganjalan dengan lot bulat sebesar itu sangat gampang untuk dicabut, begitu juga dengan offer di 188, gampang aja kalo mau dicabut. Kemungkinan lain adalah ada yang sedang ngumpulin saham ZINC tersebut dan merasa saat ini belum saatnya saham ZINC untuk naik, makanya dia memasang offer sebesar itu agar harga saham tidak kemana mana sebelum mereka mendapat jumlah saham yang cukup, dan begitu jumlah saham yang dikumpulkan dirasa sudah cukup, bisa jadi semua palang akan dibuka dan sahamnya ngacir kayak kuntilanak dikejar anjing.

Mungkin ada yang bertanya,  bid yang besar, bid yang tebal, bukannya berarti banyak yang mau beli, bukannya berarti ada yang jagain?? Dalam kasus normal, di mana susunan bid dan offer rapi, jumlahnya seimbang, mungkin bid tebel berarti banyak demand, banyak yang jagain, tetapi dalam kasus susunan bid offernya sangat timpang sudah sewajarnya kita curiga :-). Justru bid yang tebel itu disengaja agar trader pemula mengira bahwa saham tersebut aman, susah turun karena ada yang jagain, padahal kenyataannya bid yang timpang tersebut sangat gampang untuk dicabut dan setiap saat bisa langsung ambrol, turun beberapa lantai. inget ya, kuncinya di kata timpang, karena ketika susunan bid offer itu timpang kemungkinan besar bid offer tersebut palsu tapi Jika meskipun bid dan offer itu tidak imbang tetapi tidak timpang, bisa jadi karena memang demand dan supply sesungguhnya yang tergambar di pasar.

Jadi, secara umum, analisa bid offer dalam tape reading, hal yang pertama kita lakukan adalah melihat susunan bid offernya, apakah timpang atau tidak, jika timpang dan bid lebih besar dari offer, maka kemungkinan harga akan turun. Jika Offer tebal dan bid tipis maka kemungkinan harga akan naik.

Langkah selanjutnya adalah memperhatikan cara makan bid dan offernya, jika offer dimakan dengan lot besar besar, jika offer dimakan dengan sekali hajar, kemudian offer pindah ke bid, dan bid nya langsung ditebalin, maka kemungkinan harga akan naik dan masih akan lanjut. Tetapi jika offer dimakan dengan lot kecil kecil, kemudian ketika offer sudah mulai habis, offernya diisi lagi, maka ini salah satu pertanda bahwa pemain besar sedang jualan, dan harga akan segera turun jika barang pemain besar sudah habis, inilah yang disebut dengan “rolling”. Yang kita tidak tahu pasti adalah berapa banyak barang yang dimiliki oleh pemain besar, dan ini pula lah yang sering kita lihat meski harga sudah dirolling tetapi harga masih bisa naik satu atau dua poin di atasnya.

Dari susunan bid offer itu pula seringkali kita bisa melihat dimana target jual pemain besar. Target jual ini umumnya pada offer dengan jumlah lot paling besar, dan kita bisa ikut antri jual di titik tersebut, atau jika mau lebih aman antri jual satu poin di bawahnya.

Done Summary / trade done / trade book

Selanjutnya, bagian dari tape reading adalah analisa done summary / trade done / trade book. Masing masing sekuritas mempunyai istilah yang berbeda. Intinya kita menganalisa rangkuman transaksi yang sudah terjadi di masing masing harga saham. Done summary merupakan rangkuman terhadap transaksi yang sudah terjadi pada masing masing harga. Dalam done summary terdapat kolom harga, Blot, Slot, Tlot, Bfreq, Sfreq dan Tfreq. Blot merupakan berapa banyak jumlah lot kejadian di sisi Bid, SLot merupakan kejadian di sisi Offer, dan Tlot merupakan total lot kejadian di harga tersebut. Sedangkan Bfreq, Sfreq, dan Tfreq merupakan frekuensi kejadian di masing masing harga tersebut.

Ada beberapa analisa yang bisa dilakukan di dalam done summary ini, yang biasa saya pakai adalah untuk melihat seberapa besar agresifitas buyer dalam membeli dan melihat support intraday trading.
Untuk agresifitas buyer, saya menganalisa jumlah SLot dalam done summary, asumsi umum, semakin besar jumlah Slot, maka semakin agresif buyer yang mau beli saham tersebut karena mereka berani beli saat harga masih berada di offer. Tetapi analisa Slot ini tidak berdiri sendiri, harus kita padukan dengan cara makan offernya, apakah dengan lot besar, sekali makan offer langsung habis, atau dengan cara pecah pecah lot kecil. Ini juga sebenarnya secara tidak langsung tergambar melalui Frequency kejadiannya, Slot besar dan Sfreq kecil berarti minat beli besar dan buyer cukup agresif karena buyer beli dengan jumlah lot besar sehingga frekuensi kejadiannya kecil dan offer habis dalam waktu singkat.

Untuk Support atau resistance intraday trading, saya lebih banyak melihat jumlah Tlot dimana Tlot yang terbesar merupakan support/resistance intradaynya, bisa dikombinasikan dengan harga VWAP dan hanya berlaku untuk intraday trading, tidak untuk hari trading berikutnya.

A screen shot of a video game

Description automatically generated

Ini contoh done summary di saham BMTR. Memang terindikasi kejadian di 222 dan 224 hanyalah perpindahan barang antara broker YU dan EP. Tapi coba perhatikan jumlah Slot dan Sfreq nya, dan perhatikan bahwa setelah itu harga naik sampai 232. Dan saat ini berkutat di 222. Oh ya, terkait dengan analisa broker. Beberapa trader memang memakai analisa broker summary, tapi saya pribadi tidak memakai itu. Untuk analisa broker, saya lebih cenderung memahami pergerakan, dan pola penarikan serta jualan dari Broker tertentu, XA misalnya..hehehe

Kesimpulan

Tape reading merupakan teknik yang menurut saya penting untuk dikuasai oleh day trader, scalper dan tipe short term trader lainnya karena hal tersebut akan mampu meningkatkan kesuksesan dari aktitas trading yang dilakukan. Kuncinya adalah disiplin dan konsistensi dalam mempelajari teknik tape reading ini. Untuk trader pemula yang mau menerapkan teknik tape reading, kuncinya adalah gak bosan liatin market, praktek, praktek dan praktek. Menguasai teknik tape reading mungkin akan membutuhkan waktu, tetapi ketika kita sudah menguasai teknik tape reading, maka kesuksesan trading kita Insya Allah akan meningkat, keuntungan yang didapat juga akan meningkat.

Sebagai catatan, dari pengalaman saya, Teknik tape reading jarang berlaku untuk saham saham blue chip, atau saham saham dengan kapitalisasi pasar yang cukup besar karena itu berarti modal yang harus dikeluarkan pemain besar untuk memanipulasi harga juga harus besar dan belum tentu trader retail yang menjadi target, tertarik untuk membeli saham bluechip. Teknik tape reading, analisa bid offer, trade done summary, running trade akan lebih valid jika diterapkan pada saham saham second liner, saham saham kapitalisasi kecil, saham saham grup tertentu, dan saham yang belum lama IPO. Cmiiw

Demikian sekilas tentang tape reading, semoga ada manfaatnya. Mohon koreksi jika ada yang salah.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

2 Comments


  1. Zuper Sekali Masbro
    tks atas ilmunya
    smoga jadi amal jariyah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *