Spiderman Trading Strategy

Pasti tahu dong siapa itu Spiderman?

Image may contain: one or more people, people standing, shoes and sunglasses

Cowok kutu buku yang digigit laba laba hasil experiment kemudian berubah menjadi superhero dengan kemampuan yang menyerupai kemampuan laba laba. Untung Peter Parker digigit laba laba sehingga jadi Spiderman, kalau dia digigit Atta Halilintar bakal jadi Ashiap Man dengan kemampuan membuat content samp**.

Cuma saya perhatikan, ada satu kemampuan yang dimiliki oleh Spiderman tapi setahu saya tidak dimiliki oleh laba laba sesungguhnya…apa itu? Kemampuan swing atau mengayun..

Sebagaimana kita selalu lihat di film Spiderman, bahwa untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, Spiderman seringkali mengayun dengan memanfaatkan gedung gedung atau apapun obyek yang bisa dipakai buat dia untuk menempelkan jaring laba labanya dan kemudian mengayun..

Tapi apakah kita pernah melihat hewan laba laba di dunia nyata yang mengayun? Enggak kan? Hehehehe

Anyway, kenapa di awal saya bahas soal Spiderman, karena pada dasarnya swing trading itu ya kayak Spiderman yang sedang mengayun dari satu tempat ke tempat lainnya, jadi Spiderman Trading Strategy adalah Swing Trading Strategy…hahaha.

Sebagai seorang trader jika kita menerapkan strategi swing trading maka kita sejatinya sedang mengayun dari satu posisi ke posisi lainnya, umumnya kita mengayun dari support ke resistance dan atau dari resistance ke resistance selanjutnya. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengayun? Tidak ada yang tahu secara pasti, bisa 2 hari, bisa satu minggu atau bahkan bisa lebih dari satu minggu.

Jadi kalo mau didefinisikan, menurut saya, swing trading adalah strategi trading di mana kita memanfaatkan momentum pergerakan harga dalam satu kali swing, entah dari support ke resistance ataupun dari satu resistance ke resistance lainnya. Time framenya tidak ada jangka waktu secara pasti, kita hold saham tersebut selama rule exitnya belum terpenuhi entah target harga tercapai, harga kena stoploss atau harga kena trailing stop.

Karena kita mengayun dari support ke resistance dan dari resistance ke resistance selanjutnya, maka strategy swing trading menurut saya bisa dibedakan menjadi dua strategy.

BUY ON SUPPORT atau BUY ON PULLBACK

Buy on support atau buy on pullback pada dasarnya adalah buy low sell high, di mana umumnya area support atau area pullback menjadi area beli kita dan area resistance menjadi area jual kita. Buy on support bisa diterapkan pada saham downtrend dan juga sideways, sedangkan buy on pullback umumnya diterapkan pada kondisi saham uptrend

Buy on Support downtrend
buy On Support sideways
Buy on Pullback Uptrend

BUY ON BREAKOUT

Buy on breakout pada dasarnya adalah buy high sell higher di mana umumnya area resistance menjadi area beli dan area resistance selanjutnya menjadi area jual. Buy on breakout bisa diterapkan pada saham sideways maupun saham uptrend.

Buy on Breakout Sideways
Buy on breakout uptrend

Nah karena strateginya berkaitan dengan support dan resistance maka indicator yang bisa digunakan untuk swing trading pun merupakan indicator indicator yang terkait dengan support resistance itu sendiri. Untuk menentukan area beli dan jual maka beberapa indicator yang bisa dipakai di antaranya adalah :

MOVING AVERAGE

Sebagaimana diketahui, moving average bisa dipakai untuk identifikasi support dan resistance. Umumnya saya akan menggunakan MA5 dan MA200 sebagai indicator untuk breakout swing di mana MA5 adalah indikator awal untuk buy on breakout swing karena biasanya perubahan trend sebuah saham dimulai dengan saham tersebut bergerak ke atas MA5 nya, sedangkan untuk buy on support kita bisa menggunakan MA periode yang terdekat posisinya dengan candle saham bersangkutan, bisa MA5, MA10, MA20, MA60 atau bahkan MA200.

CANDLESTICK

Ada dua hal yang bisa kita manfaatkan dari candlestick untuk swing trading, yang pertama adalah high dan low candle untuk menentukan support dan resistancenya dan yang kedua adalah bentuk bentuk candle reversal seperti Doji dan Hammer untuk identifikasi apakah akan ada perubahan trend dari saham bersangkutan dan kita bisa ikut mengayun di perubahan trend tersebut.

Low Candle sebagai support dan area beli
Candle Doji

FIBONACCI

Umumnya Fibonacci yang dipakai adalah Fibonacci retracement, fungsinya untuk menentukan area support dan resistance atau area beli dan jual.

CHART PATTERN

Chart pattern seringkali juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi area beli maupun area jual, misal kita mencari pola chart seperti double bottom, ascending triangle, head and shoulder, flag, pennant dan pola pola chart lainnya. Tentu saja masing masing pola chart akan memberikan pendekatan strategy yang berbeda, misal pola double bottom memungkinkan kita untuk menerapkan strategy buy on support, sedangkan pola ascending triangle strategy buy on breakout lebih cocok digunakan.

Double bahkan Triple Bottom

VOLUME

Volume harus menjadi salah satu pertimbangan Ketika kita melakukan keputusan beli dan jual. Misal Ketika breakout dengan volume yang besar maka kemungkinan harga akan melanjutkan perjalanan ke utara sedangkan Ketika breakout tapi volumenya kecil maka peluang naik masih belum terlalu meyakinkan. Begitu pula Ketika harga test support, jika sebuah support ditembus dengan volume yang besar maka akan menjadi cerita horror sedangkan jika volume ditest dengan volume yang kecil maka kita kemungkinan bisa ikut berspekulasi di area tersebut. Kira kira begono.

Mungkin banyak yang bertanya berapa sih rata rata profit tiap kali swing, well sekali lagi tidak ada angka pasti di saham tetapi seperti yang pernah dibilang oleh Uncle Ben, pamannya Spiderman, With Great Power Comes Great Responsibility , Uncle Koko, bukan pamannya siapa siapa bilang, With Great Swing Comes Great Profitability.

Sayangnya, seringkali kita gak tahu swing kita akan bertahan berapa lama dan mengayun berapa jauh. Tapi tenang saja, ada solusi yang bisa kita terapkan..apa itu? Trailing stop.

Bagi yang belum tau apa itu trailing stop, kalo dari segi Bahasa, trailing itu artinya membuntuti, mengikuti, dedangkan stop itu berhenti, jadi trailing stop adalah Teknik yang kita pake untuk berhenti hold ( exit ) dengan mengikuti atau membuntuti kenaikan harga saham.

Banyak Teknik atau strategy yang bisa digunakan untuk trailing stop, beberapa yang sering saya pakai adalah

MOVING AVERAGE

Trailing stop dengan moving average sering saya pake Ketika saya beli saham dengan menggunakan moving average, misal saya beli saham Ketika harga menembus ke atas MA5, maka rule exit saya adalah Ketika saham tersebut menembus ke bawah MA5. Apakah harus selalu begitu, jawabannya tidak harus, silahkan sesuaikan dengan kenyamanan masing masing saja.

SBAT masih bergerak naik di atas MA5

PERSENTASE TURUN

Trailing ini bisa digunakan dengan cara menetapkan Batasan turun dalam persentase tertentu dari harga tertingginya. Misal jika harga turun 2% dari harga tertinggi sebelumnya maka kita keluar dulu. Misal kita beli saham di harga 900, kemudian harga bergerak naik ke 1000 atau naik 10%an, trailing kita 2% dari 1000, atau jika harga turun ke 980 maka kita exit dulu dari saham tersebut. Jika harga hari berikutnya harga naik ke 1050 maka 2% nya kita hitung dari 1050 bukan dari 1000, begitu seterusnya hingga trailing tersebut kena.

CANDLE HIGH SEBELUMNYA

Trailing ini menggunakan high candle sebelumnya sebagai Batasan jual, dalam contoh sebelumnya di mana 1000 adalah high candle sebelumnya, maka jika harga turun di bawah 1000 maka kita exit dulu, jika kemudian high berubah ke 1050 maka 1050 menjadi Batasan stopnya. Dan seterusnya dan seterusnya…

Ya kira kira begitulah sederhananya bagaimana strategy swing trading itu, yang jelas gini, tidak ada strategy yang sempurna 100%, tidak ada entry dan exit yang sempurna dan selalu ingat strategy trading terbaik adalah strategy trading yang paling sesuai dengan karakter diri kita dan paling bisa bikin kita nyaman, senyaman pelukan pasangan tersayang.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

8 Comments

  1. saya pernah baca buku trading di gramedia,katanya penulis tsb dia untuk swing pakai ma 10, ema 30, dan ma 200, bagaimana menurut Koko angka” setinganny ma tersebut? thanks a lot Koko

    1. Author

      terserah saja, tidak ada aturan pasti berapa periode ma yang harus dipakai termasuk apakah mau pake sma, ema, ataupun wma, kalo saya ngikut hari trading saja, 5 utk 1 minggu, 10 utk 2 minggu, 20 utk 1 bulan dst dst

  2. Thz koko akhir nya ada bahasan soal swing, mungkin next update bisa lebih di perdalam lagi

    1. Author

      diperdalam gimana?

  3. tulisan artikel menarik dan sangat berguna ,tidak saja bagi pemula,tapi juga yg sudah expert untuk mind refreshing , di tunggu tulisan selanjutnya ,bro , bravo

  4. Keiteria volume nya apakah lebihdr vma20?

  5. Lebih ke psikologi dan money management nya ko, koko kan scalping kalo yg saya tahu di blog, psikologi nya juga berbeda dengan swing. nah ngelatih dan menjaga dua psikologi yang berbeda itu bagaimana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *