Strategy Trading Berdasar MA5

Jika anda sudah membaca tulisan mengenai cara menentukan support dan resistance yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu, tentu anda sudah tahu bahwa salah satu cara menentukan support dan resistance adalah dengan menggunakan garis moving average (MA). Jika belum silahkan baca tulisannya di sini.

Kali ini saya akan sharing mengenai bagaimana menggunakan garis moving average sebagai salah satu strategy trading.

Menurut saya, sebagai sebuah support/resistance, tentu saja garis moving average bisa digunakan sebagai analisa untuk memutuskan apakah kita akan melakukan posisi beli atau tidak pada sebuah saham.

Strategy trading ( dalam hal ini entry strategy ) berdasarkan moving average ini secara umum bisa dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah trading berdasarkan candle cross up, yakni jika harga sebuah saham tembus ke atas garis MA tertentu, misal harga tembus ke atas MA5 atau MA10 dan yang kedua adalah MA cross up, yakni jika MA dengan periode lebih pendek cross up MA dengan periode lebih panjang, misal MA5 crossup MA10, MA5 crossup MA20, MA10 crossup MA60 dst.

Saya pribadi, menggunakan MA5 sebagai keputusan awal untuk melakukan pembelian. Alasannya sederhana, MA5 menunjukkan rata rata pergerakan harga selama 5 hari terakhir trading, maka jika harga sudah mulai tembus ke atas MA5 nya, asumsi awal adalah sudah mulai ada tanda perubahan arah dari pergerakan harga saham tersebut. Karena ini baru asumsi awal terhadap perubahan pergerakan harga, resiko bahwa harga berbalik arah kembali ke bawah MA5 dan trading kita gagal selalu ada. Sebagian trader memperkecil resiko ini dengan menjadikan harga closing sebagai dasar keputusan beli, sebagian yang lain yang lebih konservatif menunggu satu atau dua candle di atas MA5 sebagai keputusan beli. Saya pribadi, lebih sering menggunakan harga berjalan sebagai keputusan beli. Mungkin karena saya punya jiwa judi kali ya..hahahahaha. Apapun patokan harga yang kita jadikan dasar untuk melakukan pembelian, tentu saja keputusan ini tidak berdiri sendiri, bagaimanapun kita tetap harus memperhatikan Volume dan trend secara keseluruhan dari saham tersebut dan kondisi market yang ada.

Jadi, kalo mau dirangkum secara ringkas, strategy trading MA5 itu seperti ini.

  1. Perhatikan saham saham yang harganya tembus ke atas MA5 ( silahkan sesuaikan mau pakai harga berjalan atau harga closing)
  2. Jika anda memakai harga berjalan, maka beli pada saat harga bergerak menembus MA5, jika anda memakai harga closing, beli saat mendekati jam trading berakhir.
  3. Sebelum melakukan keputusan beli, ada baiknya juga memperhatikan volume dari saham tersebut, bisa volume secara keseluruhan, atau volume kejadian di masing masing harga.
  4. Cut loss jika ternyata harga berbalik arah kembali ke bawah MA5 nya.
  5. Hold selama harga tidak tembus ke bawah MA5 atau realisasikan cuan jika dirasa sudah cukup.

Oh iya, strategy MA5 ini juga sering saya gunakan untuk saham saham yang baru saja IPO.

Berikut beberapa contoh trading berdasar MA5

A picture containing sitting, monitor, black, television

Description automatically generated

INAF mulai cross up MA5 pada tanggal 20 maret 2020 dengan volume yang cukup meyakinkan dan masih bertahan di atas MA5 sampai dengan hari ini, tapi melihat chart patternnya yang mau double top mungkin alangkah baiknya bagi yang sudah punya untuk merealisasikan profit dulu.

A picture containing indoor, sitting, monitor, black

Description automatically generated

JSKY berusaha menembus MA5 nya tapi sampe sekarang masih belum terlalu meyakinkan. Meski pergerakan intraday nya menarik, tapi volume nya belum terlalu meyakinkan. Secara chart si menarik, tektokin aja dulu atau coba masukkin watchlist, siapa tahu bakal kasih cuan beberapa hari mendatang.

A picture containing indoor, sitting, black, monitor

Description automatically generated

SRIL juga mencoba menembus MA5 nya, problemnya sama dengan JSKY, volume nya gak mendukung.

A screen shot of a computer

Description automatically generated

Untuk saham IPO seperti CARE ini, umumnya saya menunggu tarikan pertama dia selesai lalu kemudian pullback setelah listing. Masuk watchlist ketika dia pullback tapi sudah tidak membentuk lower low, karena biasanya ketika saham saham IPO tidak membentuk lower low akan ada tarikan kedua. Cmiiw.

Demikian sharingnya, semoga ada manfaatnya..

Keep the trading spirit alive..but more important keep yourself Alive !!!

Please stay at home!!!

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

1 Comment

  1. Cara mengatasi false signal gmna? Yg pasti dg ma 5 akan lebih sering keluar masuk posisi apalagi saat sideways

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *