Strategy Trading CLBK

Jatuh cinta berjuta rasanya
Biar siang biar malam terbayang wajahnya
Jatuh cinta berjuta indahnya
Biar hitam biar putih manislah nampaknya
Dia jauh aku cemas tapi hati rindu
Dia dekat aku senang tapi salah tingkah
Dia aktif aku pura-pura jual mahal
Dia diam aku cari perhatian oh repotnya
Jatuh cinta berjuta indahnya
Dipandang dibelai amboi rasanya
Jatuh cinta berjuta nikmatnya
Menangis tertawa karena jatuh cinta
Oh asyiknya

Begitulah lirik lagu Jatuh Cinta yang dulu pernah sangat popular dinyanyikan oleh tante Titik Puspa. Dan memang, jaruh cinta memang berjuta rasanya. Menemukan pasangan yang enak diajak ngobrol, pintar, punya wawasan yang luas dan baik hati yang mampu membuat kita jatuh cinta itu berjuta rasanya.

Begitu juga dengan saham, ketika kita menemukan saham yang punya chart bagus, fundamental perusahaannya bagus, gerakannya cakep pula..duh indah bener kehidupan trading kita.

Namun sebagaimana hubungan percintaan yang tak selalu mulus, ada kalanya berantem, ada kalanya ngambek, kadang marahan, bahkan ada yang hingga break dan memutuskan untuk pisah sementara waktu atau ketika memang dirasa sudah tidak bisa diperbaiki lagi memutuskan pisah untuk selamanya. Ya namanya juga manusia, kadang sifatnya bisa berubah, dari yang tadinya baik, mungkin karena sedang ada masalah di kuliah atau kerjaan jadi gampang emosi. Atau bisa juga awal awal pacaran menyenangkan tapi setelah beberapa waktu kelihatan sifat aslinya sehingga bikin kita tidak nyaman. Saham juga begitu. Meskipun kita merasa nyaman dengan sebuah saham karena wajah chart nya yang cantik, serta bibit bebet bobot perusahaanya yang baik, dan gerakannya tiap hari yang bikin kita makin bahagia, ada kalanya, di waktu waktu tertentu saham tersebut tidak bertingkah seperti biasanya, ngambek, marah bahkan bikin kita deg degan hingga gak bisa tidur. Ada kalanya wajah chartnya yang cantik, fundamentalnya yang kuat itu merupakan sebuah kepalsuan dan seiring berjalannya waktu akhirnya ketahuan sifat aslinya. Untuk mengatasi kegalauan kita terhadap saham saham seperti itu, ada dua pendekatan yang bisa kita pakai.

CLBK Cuan Lalu Beli Kembali

Ketika kita sudah dalam posisi cuan di sebuah saham kemudian ternyata saham tersebut berubah arah, dari uptrend kemudian muncul candle yang menunjukkan sinyal pembalikkan arah, maka tidak ada salahnya kita realisasikan cuan kita terlebih dahulu untuk kemudian kita tunggu dia di titik pullback yang kita hitung. Bisa dari support MA, garis fibonnaci ataupun indicator lainnya. Anggap saja kita lagi berantem dengan pasangan kita kemudian memutuskan untuk break sebentar agar kita bisa berpikir secara jernih dan ketika masing masing dari kita sudah menyadari kesalahan masing masing dan mulai berubah ke arah yang lebih baik, ya balikkan lagi. Kalo ternyata pas break kita menemukan pasangan lain yang lebih cocok ya itu rejeki kita, tapi kalo kita cinta mati sama saham itu ya tungguin saja.

CLBK Cut Loss Beli Kembali

Pernah gak sih mutusin cowok karena cowok itu brengsek? Saya si belum pernah, karena selama pacaran dulu, alhamdulillah pacar saya cewek semua..hahahahah maaf jokenya garing.

Mungkin yang cewek pernah mutusin cowok karena menganggap cowok itu brengsek dan ketika diputusin cowok tersebut berjanji untuk memperbaiki dirinya sendiri dan akan membuktikan ke si cewek kalo dia mau berubah karena dia cinta sama cewek tersebut. Lalu mereka sepakat putus dan akan jadian lagi kalo si cowok sudah membuktikkan apa yang dia janjikan ke si cewek.

Begitu juga dengan trading, ada kalanya kita salah mengambil posisi beli di saham yang salah. Saham lagi downtrend berat kita beli, saham baru jebol support kita beli, saham bergerak di bawah MA 5 nya kita beli, saham bikin lower low kita beli dan seterusnya. Masalahnya seringkali kita ngeyel dengan keputusan kita itu, sudah tahu salah, ngeyel pulak. Kita gak berani cut loss, yang ada kita bertahan dengan saham itu meskipun setiap hari porto dan perasaan kita disiksa karena dari ke hari saham tersebut makin turun. Sudah tahu cowoknya brengsek tapi tetep aja gak diputusin dengan alasan kalo dia sayang sama gue, pasti dia mau berubah demi gue. Yaaaa putusin dulu maliiiih, baru setelah dia berubah jadian lagi. Jangan menyiksi diri tiap hari sampai dia beneran berubah yang elo sendiri kagak tahu dia bisa berubah atau kapan dia akan berubah menjadi cowok yang baik buat kamu. Itu sama saja berharap saham yang kita pegang meski turun terus suatu saat akan balik kembali ke harga beli kita. Emang ada yang menjamin bahwa saham itu akan balik kembali ke harga beli kita, kalaupun dia suatu saat akan kembali ke harga beli kita emang kita tahu berapa lama waktu yang dia butuhkan untuk kembali ke harga beli kita? Sudah siap perasaan kita tersiksa setiap hari sampai harga saham tersebut balik ke harga beli kita?

Sadarkah kita bahwa untuk naik ke harga semula itu perjuangannya jauh lebih berat? Misal harga saham yang sudah turun 50% dari harga beli kita itu butuh kenaikan 100% untuk sekedar kembali ke harga semula.

Seperti cewek yang masih yakin dengan cowoknya, jika kita memang masih yakin dengan saham yang kita beli suatu saat akan balik lagi menjadi baik, kenapa tidak kita cut loss dulu untuk kemudian menunggu harga yang lebih rendah, menunggu penurunannya selesai dan mulai muncul perubahan arah? Setidaknya kita akan merasa nyaman karena tidak perlu melihat saham kita turun terus dan porto kita minus semakin besar, terlebih kita punya modal untuk diputar di saham lain sambil menunggu saham yang kita cinta tersebut berubah sifatnya.

Just my 2 cents 🙂

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *