Trading Saat Gap Down

Berikut sekedar sharing mengenai sebuah teknik trading yang biasa saya gunakan saat market dibuka gap down, ilmu lama sebenarnya dan dari dulu ya tekniknya gitu gitu aja, tidak ada yang baru, tidak ada yang istimewa..tapi ga ada salahnya dishare, kali aja bisa bermanfaat..hehe.

Umumnya (kebanyakan) trader akan mengeluh, panik, panas dingin, gemeteran begitu pagi pagi buka web investing atau RTI dan mendapati Dow Jones semalam ditutup minus, Eropa minus dan regional Asia juga dibuka minus, alamat IHSG dibuka gap down neh, begitu pikir mereka.

Gap down di satu sisi memang merupakan hal yang ditakuti oleh trader dan seringkali menjadi momok yang bikin trader gemeteran, apalagi jika mereka punya posisi di sebuah saham atau baru belanja mendekati closing di hari sebelumnya. Di sisi lain, gap down dipandang sebagai sebuah berkah bagi trader, gap down dilihat sebagai peluang dan kesempatan besar untuk mendapatkan profit secara instan, meski kadang bukan profit yang didapat tapi kerugian yang dialami. tetapi setidaknya mereka memandang gap down itu sebuah kesempatan, sebuah peluang untuk mendapatkan cuan.

Untuk memanfaatkan peluang itu, di butuhkan MENTAL yang kuat, DISIPLIN yang sangat tinggi dan SKILL dan PENGALAMAN trading yang cukup, dalam hal ini mampu menganalisa pergerakan saham secara intradayterlebih support dan resistance dari pergerakan harga di intraday plus mungkin sedikit jiwa judi..hehe.

Yang perlu saya ingatkan dari awal adalah, trading saat gap down RESIKO nya sangat TINGGI, oleh karena itu kalo tidak nyaman dengan potensi resiko nya, lebih baik jangan trading saat gap down, mending stay away dari market dan baru trading saat kondisi market dianggap cukup kondusif.

Namun Jika tertarik untuk memanfaatkan momen gap down untuk cari cuan, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan berdasarkan pengalaman pribadi saya dalam kondisi market yang naik turun dalam bulan Maret 2020 ini.

  • Jika anda sudah punya stock universe atau saham inceran maka saat pre-opening / opening, dari saham saham inceran itu, pilih saham yang gap down paling dalam secara persentase, lalu perhatikan volume dan VWAP berjalan pada saham tersebut. Saya pribadi dalam kondisi market seperti ini menyarankan lebih baik focus trading di saham saham bluechip, saham saham berfundamental bagus yang “terpaksa” turun karena kondisi market lagi tidak mendukung.
  • Jika anda tidak punya stock universe maka pada saat opening cari saham yang turun dalem dari menu stock ranking dan pilih % loser. Cari penurunan paling dalem, dan perhatikan berapa besar volume yang menyebabkan dia turun, semakin kecil volume yang menyebakan saham tersebut turun semakin bagus. Umumnya saham saham yang turun dengan volume kecil, peluang rebound nya lebih besar.
  • Jika saham tersebut dibuka langsung Auto Reject Bawah, perhatikan trade done di harga ARB nya. Jika trade done lebih banyak di sisi Blot harga ARB berarti tekanan jual masih besar, hindari dulu. Tapi jika trade done banyak di sisi Slot, bisa diartikan demand nya sudah mulai ada meski harga ARB, bisa dipertimbangkan untuk ikut beli.

Contoh :

A screen shot of a video game

Description automatically generated

Trade done BBRI di harga ARB 3010 lebih banyak di sisi bid (Blot), yang bisa kita asumsikan masih banyak yang buang kiri. Berat buat naik karena banyak yang nimpukkin.

A screen shot of a video game

Description automatically generated

Trade done TELE di harga ARB, yakni 97 lebih banyak di sisi offer (Slot), yang bisa diasumsikan, meski harga ARB tapi demand yang beli tetep ada ada yang berani hajar kanan masih ada. Bisa dipertimbangkan untuk ikutan beli di harga ARB.

  • Jika kita beli saham bukan di harga ARB nya, dan ternyata harga masih turun maka toleransi resiko nya adalah ketika harga menyentuh harga ARB, jika masih memungkinkan untuk keluar, sebaiknya keluar dulu. Jika tidak memungkinkan keluar pada hari yang sama, maka esok hari usahakan untuk keluar.
  • Jika kita sudah beli di gap down dan kemudian harga rebound, target jual yang biasa saya terapkan adalah 3 – 4% dari harga beli, jika kondisi market mendukung bisa extend ke harga closing hari sebelumnya atau bahkan bisa saja kita hold untuk jual di hari berikutnya. Dengan catatan bahwa market benar benar mendukung. Tapi umumnya trading gap down ini hanya diterapkan untuk intraday trading, bukan untuk dihold.
  • Terakhir dan yang paling penting, anda HARUS NYAMAN dengan posisi trading yang anda ambil, anda HARUS ENJOY trading saat market MERAH. Jika anda tidak nyaman, jangan SEKALI KALI memaksakan diri untuk trading saat gap down, atau saat market merah. Ingat, selalu hitung resiko sebelum anda mengharapkan reward.

Well, ini sekedar sharing berdasarkan pengalaman pribadi dan apa yang saya praktekkan selama ini. Teknik dan pendekatan pendekatan tadi mungkin berhasil bagi saya tapi belum tentu berhasil bagi anda. Jangan ditiru mentah mentah, jangan langsung diikuti, tetapi amati, tiru dan modifikasi sesuai dengan tingkat kenyamanan dan karakter trading anda masing masing..have a safe trading!!

Disclaimer ON terus!!!!!!!

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

15 Comments

  1. Thanks pak Koko saya terus belajar dari sharing pengalaman dan teori dari bapak, meskipun sudah hampir 1 th tapi blm pinter pinter saya tetep semangat belajar!



  2. Kalau boleh tau itu pakai sekuritasnya apa om?

    1. Author

      jasa utama capital

      1. Kalau kemarin terlanjur beli di harga atas, sekarang mending CL atau di hold aja Om koko?

  3. Terimakasih sharing nya Pak Koko. Kalo B Lot kiri masih lebih berat, apa sebaiknya tidak usah membeli dulu? Niat awalnya untuk average down.

  4. Author

    average down itu ada tekniknya kalo mau hasilnya maksimal…average down itu akan ngaruh kalo harga dan jumlah lotnya lebih besar dari modal awal yg nyangkut..kalo enggak ya gak terlalu ngaruh, mending jangan average down..tpi iya, secara umum kalo B lot masih gede ya ada kemungkinan masih akan turun yang berarti sebaiknya tidak usah beli dulu

  5. Koko mau tanya, apakah ini hanya berlaku untuk yang ARB saja?

    1. Author

      berlaku untuk semua saham..kalo bluechip yang ARB ya lebih bagus…tpi lihat perlawanan buyer pas arb ya klo mau masuk

  6. om, tanya ya. pertanyaannya mungkin culun nih ☺ tp sy bener2 bingung.
    trade done vol buy ama sell koq bisa beda ya?

    1. Author

      trade done Buy dan Sell, itu kan memperlihatkan done kejadian pada posisi Bid ( berapa banyak orang jual beli dengan cara antri dan buang kiri ) dan pada posisi offer ( berapa banyak orang jual beli dengan cara antri di offer dan makan kanan ).

      1. ooh maksudnya begitu, ok ok baru ngerti skrg.
        akhirnyaaaa…
        makasih ya om

  7. om nanya ya, sy bingung trade done volume buy ama sell koq bisa beda ya? ☺


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *